kumparan
19 Des 2018 14:45 WIB

LSI Denny JA: Usai Reuni 212 Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun

Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
LSI Denny JA kembali merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres 4 bulan jelang Pilpres 2019. Di survei kali ini, LSI menambahkan reuni 212 pada 2 Desember sebagai faktor yang mempengaruhi elektabilitas.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, menurut LSI Denny JA, reuni 212 justru menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi, saat bersamaan justru elektabilitas Jokowi-Ma'ruf naik. Dengan catatan, reuni 212 hanyalah salah satu faktor dari banyak faktor.
"Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf setelah reuni 212 masih di atas 50% dan unggul di atas 20% dibandingkan dengan Prabowo-Sandi," ucap peneliti LSI Denny JA, dalam paparan survei di Jakarta, Rabu (19/12).
Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Secara rinci, pada survei November Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2%, setelah reuni 212 pada Desember menjadi 54,2%. Sementara Prabowo-Sandi pada survei November 31,2%, menjadi 30,6% pada survei Desember.
Data didapat dari survei pada 5-12 Desember dengan 1.200 responden yang dipilih secara multistage random sampling. Responden diwawancarai tatap muka dengan komisioner. Margin of error +/- 2,8%.
ADVERTISEMENT
"Dalam pengalaman kita melakukan survei, yang namanya politik identitas atau perilaku memilih bedasarkan agama etnis dan latar belakang lain itu hanya salah satu variabel yang mempengaruhi pemilih," kata Adjie.
Dalam survei itu, diketahui sebanyak 58,5% responden tahu da reuni 212, 38% tidak tahu, dan 3,5% tidak tahu/tidak menjawab. Kemudian, kategori suka dan tidak, sebanyak 54,5% suka reuni 212, 26% tidak suka, 19,5% tidak menjawab.
"Sebelum dan sesudah reuni tidak ada perubahan signifikan. Elektabiltas tidak terlalu banyak bergerak jauh, dua-duanya stgnan," pungas Adjie.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan