News
·
20 Juli 2021 23:00
·
waktu baca 2 menit

Luhut Ajak Presenter KompasTV Ikut Rapat PPKM Darurat Demi Transparansi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Luhut Ajak Presenter KompasTV Ikut Rapat PPKM Darurat Demi Transparansi (160725)
searchPerbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat Seremonial Pengecoran Closure Tengah Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan. Foto: Irfan Adi Saputra.
Koordinator PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Luhut B Pandjaitan, mengungkap jika menangani pandemi COVID-19 tidak mudah. Luhut mengaku sedih banyak pihak yang dengan mudahnya mengkritik kinerja pemerintah.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan Luhut saat wawancara bersama Kompas TV, Selasa (20/7) malam.
Luhut yang juga merupakan Menko Marves heran banyak orang yang curiga terhadap keputusan pemerintah. Padahal menurutnya semua keputusan dipertimbangkan demi kepentingan bersama dan transparan.
Dalam rangka membuktikan pernyataannya, Luhut bahkan tak segan mengundang presenter KompasTV, Ilona, untuk ikut rapat terkait penanganan PPKM darurat pada Rabu (21/7). Undangan ini sekaligus diberikan Luhut untuk menjawab pertanyaan Ilona, apakah pemerintah bisa meningkatkan testing corona di masa PPKM Darurat.
“Ini kita mau lakukan besok rapat jam 9, pertama bahas ini. Kau boleh ikut. Silakan lihat, enggak ada yang ditutupi, kok. Silakan lihat bahwa enggak gampang urus ini. Jadi teman-teman yang suka kritik silakan nanti kita ajak via Zoom,” kata Luhut.
Luhut Ajak Presenter KompasTV Ikut Rapat PPKM Darurat Demi Transparansi (160726)
searchPerbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat Seremonial Pengecoran Closure Tengah Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Luhut menegaskan, pemerintah terus berupaya mengatasi lonjakan COVID-19. Ia tak menampik jika selama ini cara yang dilakukan pemerintah masih belum sempurna.
ADVERTISEMENT
Namun Luhut kembali menekankan bahwa memang mengambil kebijakan itu sulit. Oleh sebab itu, ia ingin masyarakat yang kerap melontar kritik, termasuk kelompok dewasa hingga muda bisa melihat bagaimana proses pengambilan kebijakan itu diambil.
“[Silakan] lihat [nanti di rapat] bagaimana pengambilan keputusan itu, eksekusinya, dan bagaimana mengawasinya. Jadi enggak semudah itu. Kalian kan anak muda,” terang Luhut.
“Cucu saya yang paling besar aja sudah di college jadi saya enggak mau khianatin anak-anak muda itu dengan membuat policy yang salah. Saya didik mereka supaya lebih baik dari generasi saya,” tutup Luhut.