kumparan
28 Oktober 2018 14:54

Ma'ruf Amin soal Pengibaran Bendera HTI: Semua Harus Menahan Diri

Cawapres Ma'ruf Amin silaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Mistahul Huda, Tasikmalaya
Cawapres Ma'ruf Amin silaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Mistahul Huda, Tasikmalaya (Foto: Dok. Tim Ma'ruf Amin)
Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin ikut berbicara terkait dengan pengibaran bendera HTI di Poso, Sulawesi Tengah dan Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (26/10) lalu.
ADVERTISEMENT
Menurut Ma'ruf, masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh aksi pengibaran bendera tersebut. Ia meminta agar insiden itu diserahkan ke pihak penegak hukum dan keamanan .
"Iya nanti keamanan yang menyelesaikan. Kita serahkan ke keamanan (polisi) nanti," kata Ma'ruf Amin dalam Rakornas Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Minggu (28/10).
Ma'ruf meminta masyarakat agar menahan diri tak menciptakan konflik baru dari insiden pengibaran bendera HTI tersebut.
"Iya, sudah kemarin semalam sudah ada kesepatakan tidak ada lagi konflik, sudah tidak ada. Semua harus menahan diri dan selesai," kata Ma'ruf.
Sebelumnya, dua insiden pengibaran bendera HTI, terjadi di Poso dan Samarinda. Bahkan di Samarinda, bendera HTI dikibarkan di depan kantor Gubernur Kaltim dan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur, Isran Noor - Hadi Mulyadi.
ADVERTISEMENT
Pihak kepolisian telah membenarkan adanya pengibaran bendera tersebut. "Iya selain di Poso ada di Kalimantan. Tapi untuk gubernur dan wakil gubernur kami belum tahu," ucap Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan