kumparan
9 Januari 2020 14:03

Mahfud: Kapal China Keluar ZEE RI, Tak Akan Ribut Lagi soal Kedaulatan

Joko Widodo di Natuna, POTRAIT
Presiden Joko Widodo saat berada diatas KRI Usman Harun di Natuna. Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Menkopolhukam Mahfud MD memastikan seluruh kapal Coast Guard dan nelayan China telah meninggalkan wilayah perairan Natuna. Dengan begitu, Mahfud berharap tak perlu lagi ada perdebatan soal kedaulatan RI di Natuna.
ADVERTISEMENT
"Ya, jadi sekarang untuk Natuna itu di area yang kemarin diributkan itu sudah tidak ada lagi Coast Guard China maupun nelayan China, sudah keluar. Jadi kita sekarang tidak akan ribut-ribut lagi soal pelanggaran hak berdaulat," ujar Mahfud saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (9/1).
Menkopolhukam Mahfud MD
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (6/1). Foto: Darin Atiandina/kumparan
Mahfud mengatakan, informasi dari radar tim pengamanan di Natuna, tampak jelas tak ada lagi kapal China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) RI.
"Karena nampaknya sudah sekurang-kurangnya kapal-kapal yang tidak menghidupkan AIS-nya tuh, Automatic Identification System, biasanya kemarin kan sangat provokatif masuk kapal, menghidupkan (AIS) gitu seakan-akan nampak, sekarang sudah enggak ada, sudah di luar semua," beber Mahfud.
LIPSUS NATUNA, Presiden Jokowi
Presiden Jokowi saat di atas KRI Usman Harun di Puslabuh TNI AL di Selat Lampa, Kawasan kepulauan Natuna. Foto: Presidential Palace/Agus Suprapto
Oleh karena itu, Mahfud meminta agar saat ini seluruh pihak tak lagi meributkan kondisi Natuna. Ia berharap ke depan setiap pihak terkait maupun masyarakat dapat menjaga situasi kondusif di wilayah sekitar Natuna untuk menghindarkan klaim serupa berulang.
ADVERTISEMENT
"Oleh sebab itu, kita enggak usah ribut-ribut lagi, kita isi sekarang Natuna itu dengan kegiatan-kegiatan sosial ekonomi dan pemerintahan secara lebih proporsional daripada kosong," kata Mahfud.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan