News
·
26 Mei 2021 15:57
·
waktu baca 2 menit

Mahfud MD Sebut Korupsi Era Reformasi Lebih Luas Dibanding Era Orde Baru

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mahfud MD Sebut Korupsi Era Reformasi Lebih Luas Dibanding Era Orde Baru (275863)
searchPerbesar
Menkopolhukam Mahfud MD memberi sambutan pada pelantikan Dr. Makmun Murad sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (25/5). Foto: Kemenkopolhukam
Menko Polhukam Mahfud MD menilai tindak pidana korupsi di era reformasi ini semakin meluas. Umumnya, pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
“Karena itu, rektor di perguruan tinggi, harus memperhatikan ini," kata Mahfud MD.
Hal itu disampaikan oleh Mahfud MD saat memberi sambutan pada pelantikan Dr. Makmun Murad sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (25/5).
Soal meluasnya pelaku tindak pidana korupsi, disebut Mahfud pernah disampaikannya pada tahun 2017 lalu. Saat itu, ia mengatakan bahwa korupsi era reformasi lebih meluas praktiknya ketimbang yang terjadi di era Orde Baru.
Ia menyebut bahwa pada zaman Orde Baru, terjadi korupsi besar-besaran. Tapi hal itu terkonsentasi dan diatur melalui jaringan korporatisme oleh pemerintahan Soeharto.
"Korupsinya dulu dimonopoli di pucuk eksekutif dan dilakukan setelah APBN ditetapkan. Ini tak bisa dibantah, buktinya Orde Baru direformasi dan pemerintahan Soeharto secara resmi disebut pemerintahan KKN. Penyebutan itu ada di Tap MPR, UU, kampanye politisi, pengamat, disertasi, tesis, dan sebagainya," papar Mahfud.
Mahfud MD Sebut Korupsi Era Reformasi Lebih Luas Dibanding Era Orde Baru (275864)
searchPerbesar
Menkopolhukam Mahfud MD memberi sambutan pada pelantikan Dr. Makmun Murad sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (25/5). Foto: Kemenkopolhukam
"Kalau dulu korupsi dilakukan setelah APBN ditetapkan atas usulan Pemerintah, sekarang ini sebelum APBN dan APBD jadi sudah ada nego-nego proyek untuk APBN dan APBD," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Meluasnya praktik korupsi ini, lanjut Mahfud MD, juga terlihat dari beragamnya pelaku yang saat ini mendekam di penjara.
"Lihat saja para koruptor yang menghuni penjara sekarang, datang dari semua lini horizontal maupun vertikal," ujar Mahfud.
Berbeda dengan situasi saat ini di mana ada KPK sebagai institusi penegak hukum di bidang tindak pidana korupsi, pada masa orde baru menurut Mahfud semua tindak rasuah dilakukan dengan kedok demokrasi. Ia menyebut Pemerintah saat itu tidak mudah untuk menindaknya.
Sebab di dalam demokrasi, kata dia, penegak saat itu tak bisa mengambil tindakan tegas dan kebijakan di luar wewenangnya. Karena itulah para ahli sekaliber Rizal Ramli menyebutnya dengan istilah 'demokrasi kriminal'
"Situasi ini perlu kesadaran moral secara kolektif, sebab tak satu institusi pun yang bisa menembus barikade demokrasi yang wewenangnya sudah dijatah oleh konstitusi," kata Mahfud.
Mahfud MD Sebut Korupsi Era Reformasi Lebih Luas Dibanding Era Orde Baru (275865)
searchPerbesar
Menkopolhukam Mahfud MD memberi sambutan pada pelantikan Dr. Makmun Murad sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (25/5). Foto: Kemenkopolhukam
Untuk menyelesaikan permasalahan yang disebutnya sudah mengakar itu jelas bukan hal mudah. Perbaikan moral hingga hukum yang tegas, diyakini Mahfud dapat jadi solusi terkini untuk mengikis jumlah kasus rasuah agar tak terus bertambah.
ADVERTISEMENT
"Jika para aktor demokrasinya bermoral bobrok maka produk hukum dan pelaksanaannya pun akan bobrok. Hukum itu kan sangat ditentukan oleh moral para aktornya. Itulah tugas kita ke depan," ujar mantan Ketua MK itu.
"Ada dalil yang menyatakan bahwa dalam arti tertentu hukum adalah produk politik, jika moralitas politik bagus maka hukum dan penegakannya akan bagus. Tapi jika moralitas politik jelek maka hukum dan penegakannya juga akan jelek," tutupnya