kumparan
4 Maret 2019 14:09

Mahfudz Siddiq: PKS Melarang Kadernya Terlibat Garbi

Mahfudz Siddiq, politikus PKS. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) merupakan organisasi yang dibidani oleh kader-kader PKS seperti Fahri Hamzah, Anis Matta, dan Mahfudz Siddiq. Namun, dalam deklarasi gerakan tersebut pada Minggu (3/3) tak dihadiri oleh satupun petinggi PKS.
ADVERTISEMENT
Padahal, di acara itu turut hadir petinggi parpol oposisi seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Waketum Gerindra Fadli Zon. Lalu apakah Garbi merisaukan hal ini?
Mahfudz Siddiq mengaku tak terlalu memikirkan hal itu. Sebab, menurutnya, tokoh PKS memang sudah memberi jarak sejak Garbi mulai diinisiasi usai Pemilu 2014.
“Kami di Garbi sekarang sudah enggak terlalu merisaukan kalau ada pihak yang nggak suka atau berpandangan negatif. Itu nggak pentinglah,” kata Mahfudz saat berbincang dengan kumparan melalui sambungan telepon, Senin (4/3).
Dia justru ‘mewanti-wanti nasib PKS di Pemilu 2019 apabila terlalu sibuk dengan kadernya yang ingin masuk Garbi. Suara PKS-lah yang menjadi pertaruhan.
“Kalau dari statement orang PKS kan mereka justru melarang kader-kadernya terlibat Garbi. Bahkan ada statement pilih PKS atau Garbi,” tutur Mahfudz.
ADVERTISEMENT
Mahfudz sendiri mengaku siap dipecat PKS karena Garbi, tetapi dia yakin PKS tak berani.
“Semakin mereka memusuhi Garbi semakin terkuras energi teman-teman PKS. Kalau mau ributin Garbi nanti mereka habis sendiri,” tegas Mahfudz yang kini masih berstatus kader PKS.
Ia pun mengaku tak takut dipecat sebagai kader PKS karena aktif di Garbi. Menurutnya, dia tak melanggar peraturan apa pun.
Beberapa tokoh di acara Deklarasi Garbi di Epiwalk, Jakarta Selatan. Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan
“Secara peraturan perundangan nggak ada yang dilarang dari UU ormas. Masa misalnya, orang PKS terlibat ormas NU dan Muhammadiyah dipecat kan nggak mungkin,” ucap Mahfudz.
Mahfudz menambahkan, Garbi saat ini tengah fokus menjalankan misinya untuk menjadikan Indonesia lebih bisa bersaing di dunia global dalam hal apa pun.
ADVERTISEMENT
“Garbi kan berangkat dari satu persepsi bahwa Indonesia ini sudah melewati fase sebagai negara modern. Indonesia harus didorong jadi kekuatan global. Kenapa kalau India, China, Rusia bisa, kenapa Indonesia nggak bisa,” jelas dia.
Lalu bagaimana sikap Garbi di Pemilu 2019? Mahfudz menjawab, pihaknya membebaskan seluruh anggota Garbi menentukan pilihannya.
“Dia punya kebebasan,kita serahkan ke pribadi masing masing. Karena kita kan ormas,” tutup dia.
Suasana Deklarasi Garbi di Epiwalk, Jakarta Selatan. Foto: Fachrul irwinsyah/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan