News
·
22 September 2020 11:39

MAKI Duga Andi Irfan Buang iPhone 8 ke Laut untuk Hilangkan Bukti Jaksa Pinangki

Konten ini diproduksi oleh kumparan
MAKI Duga Andi Irfan Buang iPhone 8 ke Laut untuk Hilangkan Bukti Jaksa Pinangki (15602)
Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkap adanya dugaan upaya menghalangi penyidikan kasus Jaksa Pinangki. Salah satu tersangka dalam kasus Jaksa Pinangki disebut menghilangkan bukti yang terbilang penting.
ADVERTISEMENT
Tersangka yang dimaksud MAKI ialah Andi Irfan Jaya. Andi ialah tersangka perantara penerima suap Jaksa Pinangki dari Djoko Tjandra.
MAKI mendapat informasi bahwa Andi Irfan Jaya pernah membuang iPhone 8 yang dimilikinya.
"Berdasar informasi, AIJ telah membuang handphone yang dimilikinya dan dipakai pada bulan November 2019 hingga Agustus 2020 berupa HP merk iPhone 8 yang diduga telah dibuang di laut Losari, waktu pembuangan HP diduga sekitar bulan Juli-Agustus 2020," ungkap Koordinator MAKI Boyamin Saiman, kepada wartawan, Selasa (22/9).
MAKI Duga Andi Irfan Buang iPhone 8 ke Laut untuk Hilangkan Bukti Jaksa Pinangki (15603)
Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Ponsel itu diduga memuat sejumlah bukti penting terkait perkara yang menjeratnya. Termasuk komunikasi yang diduga antara Andi Irfan Jaya dengan Jaksa Pinangki serta Anita Kolopaking.
"HP tersebut diduga berisi percakapan AIJ dengan PSM dan JST terkait rencana permohonan Fatwa perkara JST dan diduga berisi action plan pengurusan Fatwa beserta upah jika berhasil mengurus Fatwa," kata Boyamin.
ADVERTISEMENT
MAKI menduga handphone itu dibuang untuk menghilangkan jejak bukti. Termasuk keterkaitan dengan sejumlah pihak yang diduga terlibat.
"Bahwa dugaan pembuangan HP iPhone 8 milik AIJ tersebut adalah diduga dengan maksud untuk menghilangkan jejak pembicaraan dan kegiatan pengurusan Fatwa JST dengan pihak-pihak terkait (diduga termasuk tokoh politisi) sehingga dengan demikian patut diduga telah menghilangkan barang bukti," sambung Boyamin.
MAKI Duga Andi Irfan Buang iPhone 8 ke Laut untuk Hilangkan Bukti Jaksa Pinangki (15604)
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (31/8). Foto: Adam Bariq/ANTARA FOTO
Atas dasar hal tersebut, MAKI meminta penyidik Kejaksaan Agung menerapkan pasal menghalangi penyidikan terhadap Andi Irfan Jaya. Pasal yang dimaksud ialah Pasal 21 Undang-Undang Tipikor dan Pasal 221 KUHP.
"Kami telah mengajukan permintaan penetapan Tersangka atas AIJ dugaan tindak pidana menghalangi penyidikan atas pembuangan HP milik AIJ," ujar Boyamin.
"Permintaan ini telah disampaikan melalui sarana elektronik kepada Penyidik Gedung Bundar Kejagung," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Andi Irfan Jaya dijerat sebagai tersangka pada 2 September 2020. Ia ditetapkan jadi tersangka usai menjalani pemeriksaan. Bahkan pada hari itu juga, ia langsung ditahan.
Andi Irfan Jaya diduga merupakan rekan dari Jaksa Pinangki. Diduga, ia berperan sebagai perantara uang dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki sebesar USD 500 ribu.
MAKI Duga Andi Irfan Buang iPhone 8 ke Laut untuk Hilangkan Bukti Jaksa Pinangki (15605)
Andi Irfan Jaya, Djoko Tjandra, dan Pinangki Sirna Malasari. Foto: ANTARA FOTO
Jaksa Pinangki diduga dijanjikan USD 1 juta oleh Djoko Tjandra. Uang itu diduga sebagai imbal untuk pengurusan fatwa bebas ke Mahkamah Agung sesuai dengan proposal 'Action Plan' yang diajukan Jaksa Pinangki dan Andi Irfan Jaya kepada Djoko Tjandra.
Namun, rencana itu disebut urung dilakukan. Djoko Tjandra kemudian memilih upaya mengajukan PK melalui Anita Kolopaking.
Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki, dan Andi Irfan Jaya sudah jadi tersangka dalam dugaan suap pengurusan fatwa tersebut. Berkas Jaksa Pinangki menjadi yang pertama rampung dan segera disidang.
ADVERTISEMENT