kumparan
30 April 2018 13:57

Makna Uang Rp 50 ribu bagi Kehidupan Nelayan

com-Nelayan (Foto: Thinkstock)
Bagaimana perasaan Anda jika hanya berpenghasilan Rp 50 ribu dalam seminggu? Dalam sehari saja, uang Rp 50 ribu mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
ADVERTISEMENT
Namun bagi Wanene, nelayan Wakatobi, lembaran uang Rp 50 ribu sangat berarti untuknya bisa menopang hidup ketiga anaknya.
Nelayan yang sehari-harinya berjuang memerah keringat di tengah panasnya Wakatobi ini bahkan tidak mengeluh meski hanya mendapatkan Rp 50 ribu dalam seminggu. Sebab dalam sebulan, penghasilan Wanene pernah tak sampai Rp 20 ribu.
Nelayan terkadang hanya tahu tentang melaut. Nelayan tak begitu paham tentang harga ikan atau mekanisme pasar. Inilah yang membuat nelayan sulit mendapatkan penghasilan lebih meski melaut tanpa henti, berpeluh keringat sampai menetes ke lautan hari demi hari.
Melalui Dompet Dhuafa, tahun 2016, program pengembangan keramba ikan Bobara masuk ke desa Wapia-pia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Dengan adanya keramba, Wanene dan nelayan lainnya yang senasib dengannya bisa menikmati panen ikan tanpa harus menangkap ikan ke tengah laut yang menghabiskan biaya dan tenaga.
ADVERTISEMENT
Tak lama mengikuti program ini, penghasilan Bu Wanene meningkat menjadi Rp 300 ribu dalam sepekan. Belum lagi jika bagi hasil panen keramba dibagikan.
Bukan hal sulit budidaya ikan Bobara, ternyata para nelayan hanya butuh gerakan untuk memulai, pendampingan dan dukungan. Itulah yang sedang Dompet Dhuafa lakukan, bersama tim pendamping yang sedia membersamai mereka menjadi lebih maju.
com-Nelayan Wakatobi (Foto: Dompet Dhuafa)
Manfaat pengolahan zakat bagi kehidupan bu Wanene dan keluarganya sangat terasa. Senyum merekah terus berkembang di wajah para nelayan.
Anda ingin senyum itu terus bertahan dan mendukung nelayan yang lain? Bantu mereka di sini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan