kumparan
search-gray
News29 Juni 2020 6:42

Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Sidang Vonis

Konten Redaksi kumparan
Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Sidang Vonis (145010)
Imam Nahrawi (kanan) menyampaikan nota pembelaan yang disiarkan secara "live streaming" dalam sidang lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan menjalani sidang vonis hari ini, Senin (29/6). Politikus PKB itu akan diadili terkait kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi.
ADVERTISEMENT
"Benar, sesuai jadwal persidangan adalah putusan majelis hakim atas perkara atas nama terdakwa Imam Nahrawi," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (29/6).
Dalam sidang tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK meyakini Imam terbukti menerima suap dan juga gratifikasi. Imam dituntut 10 tahun penjara.
Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Sidang Vonis (145011)
Eks Menpora Imam Nahrawi menjalani sidang dengan agenda mendegarkan saksi di Pengadilan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Terkait itu, KPK berharap majelis hakim akan mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang telah muncul di persidangan. Begitu juga uraian analisa yuridis dari JPU sehingga memutus hukuman sesuai dengan tuntutan.
"(Harapannya) Menyatakan terdakwa bersalah dengan hukuman sebagaimana amar tuntutan JPU," kata Ali.
Dalam perkara suap, Imam Nahrawi dinilai terbukti menerima Rp 11,5 miliar. Suap diberikan Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Jhonny F Awuy selaku Bendahara Umum KONI.
ADVERTISEMENT
Suap bertujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun kegiatan 2018.
Perbuatan itu sebagaimana Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Sidang Vonis (145012)
Terdakwa kasus suap pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Imam Nahrawi mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Sementara dalam perkara gratifikasi, Imam dinilai terbukti menerima sebesar Rp 8.648.435.682 selama kurun 2015-2018. Uang itu berasal dari sejumlah pihak.
Dalam dakwaan, disebutkan uang tersebut digunakan untuk berbagai keperluan seperti biaya menonton F1 hingga membayar tunggakan kredit, perjalanan ke Melbourne Australia, dan membayar baju.
Perbuatan ini sebagaimana Pasal 12 B jo Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white