Kumparan Logo
Pasukan Marinir saat negosiasi dengan warga
Pasukan Marinir saat negosiasi dengan warga.

Marinir Redakan Kericuhan di Flyover Slipi

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan Marinir saat negosiasi dengan warga. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Marinir saat negosiasi dengan warga. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Setelah upaya polisi menghalau kericuhan massa di Slipi, Jakarta Barat, tak membuahkan hasil, sejumlah pasukan Marinir TNI AL pun turun tangan. Kedatangan korps baret ungu ini pun membuat massa menyudahi lemparan batunya.

Rabu (25/9) pukul 00.00 WIB, Marinir merapat ke arah flyover Slipi. Mereka berangkulan, membentuk barikade dan menahan massa agar tak maju lebih jauh.

Perwakilan Marinir kemudian mengadakan negosiasi dengan perwakilan massa. Intinya, massa menuntut polisi minta maaf atas penembakan gas air mata.

Pasukan Marinir saat negosiasi dengan warga. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Massa mengaku ada pihaknya yang terkena tembakan. Namun pantauan kumparan, polisi hanya menembakkan gas air mata.

Dalam negosiasi itu tampak 1 orang dengan jaket almamater berwarna kuning, sedangkan sisanya campuran antara warga berusia antara 20 hingga 40 an tahun.

Negosiasi warga dan pasukan Marinir dari TNI. Foto: Andreas Recky Febrian/kumparan

Negosiasi pun berhasil dilakukan Marinir. Massa akhirnya menjauh dari flyover Slipi pukul 00.40 WIB.

Situasi hingga saat ini telah kondusif. Pasukan Brimob telah ditarik ke kompleks DPR. Sementara lalu lintas Jalan Gatot Soebroto menuju Slipi kembali normal.

kumparan post embed