kumparan
17 Maret 2019 22:07

Ma'ruf Amin di Debat: Masih Ada Waktunya?

Debat Ketiga Cawapres, Pemilu 2019, Ma'ruf Amin
Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin mengikuti Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Cawapres nomor 01 Ma'ruf Amin tampaknya punya kendala dalam menyesuaikan waktu dalam debat menghadapi Sandiaga Uno yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta. Saat sesi saling bertanya, Ma'ruf kekurangan waktu untuk bicara.
ADVERTISEMENT
Sebetulnya, dalam segmen pertama saat memulai perdebatan, Ma'ruf Amin menggunakan waktunya dengan baik sesuai dengan yang ditetapkan moderator. Namun pada segmen berikutnya, Ma'ruf menyisakan waktu dalam berbicara.
Saat segmen menjawab pertanyaan panelis yaitu membahas soal lembaga riset, Ketua Umum MUI itu menyisakan waktu sekitar 26 detik dan 30 detik. Namun pada segmen saling bertanya yang hanya 8 menit untuk tanya jawab, Ma'ruf kekurangan waktu.
Debat Ketiga Cawapres, Pemilu 2019, Ma'ruf Amin, Sandiaga Uno
Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Momen terjadi saat Ma'ruf sedang menjawab pertanyaan cawapres Sandiaga Uno soal Tenaga Kerja Asing (TKA). Ma'ruf mengatakan salah satu upaya untuk mendorong lapangan kerja adalah dengan kartu prakerja, juga dengan kartu sembako murah.
"Banyak semula penerima bantuan sosial menjadi tapi sudah berubah menjadi orang-orang yang menjadi usaha mandiri..." ucap Ma'ruf terhenti.
ADVERTISEMENT
"Maaf waktunya habis," potong moderator Ayuningtyas.
"Masih ada waktunya?" tanya Ma'ruf Amin.
"8 Menit Bapak totalnya. Saya ingatkan waktu kami batasi 8 menit hitunganwaktu akan dimulai saat berbicara," Ayuningtyas mengingatkan.
Kekurangan waktu juga ternyata dialami cawapres Sandiaga Uno saat merespons tanggapan Ma'ruf Amin dengan waktu tersisa sekitar 10 detik. Yaitu soal instrumen untuk memantau anggaran pendidikan yang dikelola pemerintah daerah.
"Kalau lihat instrumen, kita tidak bisa menghadirkan solusi untu masyarakat," ucap Sandi saat melewati waktu sekitar 5 detik.
Perdebatan dalam segmen ini, Sandiaga Uno yang punya kesempatan pertama bertanya, mengkritisi banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia, namun banyak warga Indonesia yang mengaggur.
Debat Ketiga Cawapres, Pemilu 2019, Sandiaga Uno
Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno menyampaikan pendapatnya saat Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Di saat pengangguran masih ada 7 juta dan kualitas lapangan kerja masih belum optimal, pemerintah mencabut beberapa keharusan bagi tenaga kerja asing, seperti keharusan bisa berhasa Indonesia, perbandingan jumlah tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal," ucap Sandi.
ADVERTISEMENT
Merespons itu, Ma'ruf mengatakan jumlah TKA di Indonesia hanya 0,01 persen. Jumlah yang sangat sedikit dibandingkan banyaknya tenaga kerja asing di setiap negara.
"Maka untuk memberikan lapangan kerja akan kita lakukan dengan memberikan iklim kerja yang kondusif untuk dunia usaha, memberikan akses keuangan, KUR, bank wakaf mikro, sehingga bisa tumbuh dan terbuka lapangan kerja," papar Ma'ruf.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan