kumparan
22 April 2019 16:48

Ma'ruf Dipanggil Wapres: Tahan Dulu, Hasil Real Count Belum Ditentukan

Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin (tengah) Silaturahmi dengan kiai-kiai PBNU. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menghadiri syukuran pemilu damai yang diadakan PBNU. Saat memberikan tausiyah, seorang warga NU berteriak "siap, wapres" kepada Ma'ruf.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Ma'ruf meminta warga NU itu untuk tidak memanggilnya dengan sebutan wapres. Sebab meski unggul dalam quick count, namun hasil penghitungan real count masih belum final.
"Jangan dulu, tahan dulu," kata Ma'ruf di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/4).
"Siap, siap," ujar warga NU itu setelah ditegur oleh Ma'ruf.
Ma'ruf mengatakan panggilan tersebut baru bisa diberikan kepadanya jika hasil penghitungan real count KPU sudah final. Ia berharap agar hasil real count tidak jauh berbeda dengan hasil quick count.
Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin (tengah) Silaturahmi dengan kiai-kiai PBNU. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
"Boleh (dipanggil wapres) kalau siap. Mudah-mudahan real count sama dengan quick count," tuturnya.
"Menang di quick count, belum di real count. Karena itu jangan panggil wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU (hasil) real countnya," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Ma'ruf lalu mengucapkan terima kasih kepada warga NU yang telah menjalankan kewajibannya memberikan hak pilih pada Pemilu 2019.
"Itu kesepakatan kita pemimpin Indonesia dipilih melalui pilpres. Kita warga NU sudah menyelesaikan tanggung jawab kenegaraan, yaitu melaksanakan tugas-tugas kenegaraan secara konstitusional," pungkasnya.
Dalam acara bertajuk "Silaturahim dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan Pengurus Besar Nahdatul Ulama" itu, Ma'ruf didampingi Rais Aam KH Miftahul Akhyar, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, dan pengurus PBNU lainnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan