News
·
22 April 2021 16:47

Ma'ruf Dorong Menkes Lobi Arab Saudi dan China soal Sertifikasi Vaksin Sinovac

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ma'ruf Dorong Menkes Lobi Arab Saudi dan China soal Sertifikasi Vaksin Sinovac (182732)
Wakil presiden Ma'ruf Amin di acara Penyampaian Hasil Evaluasi dan Penghargaan Pelayanan Publik di Lingkungan Polres/Polresta/Polrestabes/Polresmetro Tahun 2020. Foto: Setwapres
Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan aturan baru bagi seluruh jemaah yang ingin menunaikan ibadah umrah di tanah suci, yaitu sudah divaksin corona yang tersertifikasi oleh WHO. Syarat ini sulit dipenuhi Indonesia yang menggunakan vaksin Sinovac.
ADVERTISEMENT
Jubir Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan pemerintah bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Masduki mengungkapkan, Ma'ruf mendorong Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk melobi pemerintah Arab Saudi agar mengizinkan masuk jemaah Indonesia yang umumnya disuntik vaksin Sinovac untuk dapat beribadah umrah.
"Wapres meminta kepada Menkes yang sudah berencana untuk lobi baik ke pemerintah Arab Saudi atau pemerintah China untuk segera melaksanakan [lobi] secepat mungkin. Kalau yang berhubungan dengan Arab Saudi bagaimana supaya sebisa mungkin yang namanya vaksin yang ada di Indonesia yaitu Sinovac diperbolehkan," ujar Masduki kepada wartawan, Kamis (22/4).
"Ternyata masyarakat Indonesia sudah banyak yang divaksin, tapi vaksinnya adalah vaksin Sinovac. Sinovac ini baru dalam proses daftar di WHO. Ini masalah," sambungnya.
Ma'ruf Dorong Menkes Lobi Arab Saudi dan China soal Sertifikasi Vaksin Sinovac (182733)
Wanita anggota keamanan Masjidil Haram turut mengamankan pelaksanaan umrah. Foto: Kemendagri Arab Saudi
Selain itu, Ma'ruf juga meminta agar lobi dilakukan kepada pemerintah China agar mereka segera mengurus sertifikasi vaksin Sinovac kepada WHO. Sebab, sertifikasi dibutuhkan agar jemaah tidak terhambat menjalankan ibadah umrah di Makkah.
ADVERTISEMENT
"Begitu juga lobi ke pemerintah China bagaimana pemerintah Indonesia mendorong kepada pemerintah China agar melakukan proses secepatnya, agar WHO berikan sertifikasi kepada vaksin Sinovac. Dengan demikian, tidak ada hambatan lagi bagi jemaah umrah Indonesia yang mau beribadah di bulan Ramadhan," tuturnya.
Ma'ruf juga akan meminta Menteri Agama Gus Yaqut untuk melobi pemerintah Arab Saudi. Diharapkan lewat lobi tersebut, jemaah asal Indonesia tidak kesulitan melaksanakan ibadah di Makkah.
"Hal yang sama Wapres meminta agar intensif melakukan lobi pada pemerintah Arab kepada Menteri Agama. Menteri Agama sudah ikhtiar agar ada tim lebih intensif bekerja untuk itu," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan jemaah yang telah menerima jatah vaksin AstraZeneca atau Pfizer yang sudah mengantongi sertifikasi dari WHO untuk masuk ke negara mereka.
ADVERTISEMENT