kumparan
search-gray
News19 September 2019 19:31

Masjid di Kota Bandung Belum Kumandangkan Azan Serentak

Konten Redaksi kumparan
Masjid di Kota Bandung Belum Kumandangkan Azan Serentak
Masjid di kota Bandung belum kumandangkan azan serentak. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Pencanangan kumandang azan serentak yang digagas Pemerintah Kota Bandung dan Badan Hisab Rukyat (BHR) belum sepenuhnya diterapkan di sejumlah masjid yang ada di Kota Kembang.
ADVERTISEMENT
Pantauan kumparan, Kamis (19/9), di dua masjid yakni Masjid Al-Hikmah dan Masjid Al-Kautsar yang letaknya berdekatan di Jalan Sumbawa, azan Magrib dikumandangkan tidak serentak. Selisih waktu azan kedua masjid tersebut sekitar dua menit.
Di Jalan Sumbawa, sejak pukul 17.49 WIB sayup-sayup telah terdengar kumandang azan dari tempat lain. Azan di Masjid Al-Hikmah dikumandangkan tepat pukul 17.51 WIB. Pada pukul 17.52 sayup-sayup terdengar suara azan telah berakhir di tempat lain. Sementara itu, kumandang azan justru baru mulai terdengar di Masjid Al-Kautsar tepat pukul 17.53 WIB.
Pengurus Masjid Al-Kautsar Ammar (32) mengatakan, waktu azan masjid tersebut mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Menurut dia, jam digital yang terpasang di masjid pernah diperbaiki untuk disesuaikan kembali. Namun, dia tidak mengingat secara pasti waktu diperbaikinya.
ADVERTISEMENT
"Itu ngacunya ke pemerintah, ke Kemenag. Kita ikuti anjuran dari pemerintah," kata dia usai melaksanakan salat Magrib, Kamis, (19/9).
Ammar menambahkan, pihak DKM belum menerima pemberitahuan mengenai azan serentak yang dicanangkan oleh pemerintah kota. Meski demikian, dia mengaku setuju apabila azan diserentakkan agar orang yang berpuasa tidak kebingungan ketika hendak berbuka.
"Baiknya serentak jadi untuk misalnya yang buka puasa kan jadi enggak bingung. Kemudian aplikasi alangkah baiknya waktunya mengikuti dari pemerintah. Harusnya ada imbauan dari pemerintah," ujar dia.
Sementara itu, anggota DKM Masjid Al-Hikmah Kasmin (60) mengakui masjid yang diurusnya lebih cepat mengumandangkan azan dibanding Masjid Al-Kautsar. Dia menyebut, perbedaan paling jelas terlihat ketika memasuki waktu azan Magrib.
Untuk menyiasati hal itu, Kasmin mengaku acapkali menambahkan waktu sekitar empat menit untuk azan Magrib sementara waktu lainnya dua menit. Dari pantauan, jam digital yang terletak dekat mimbar waktu azan Magrib menunjukkan pukul 17.48 WIB.
ADVERTISEMENT
"Perbedaan paling kentara mah azan Magrib. Kalau azan Magrib teh di sini udah bunyi 'tiit' harus nungguin, baru Al-Kautsar azan. Paling sama saya ditambahin empat menit. Kalau jam biasa itu ditambahin dua menit. Jadi kecepetan dua menit jam digitalnya," ungkap dia.
Lebih lanjut, Kasmin menuturkan, waktu azan di Masjid Al-Hikmah mengacu pada jadwal yang seringkali terlihat di televisi lokal. Terkait program gerakan azan serentak, dia menyebut, akan sulit untuk diterapkan. Terpenting menurutnya, jarak waktu kumandang azan tidak terlalu jauh dan tidak perlu benar-benar bersamaan.
"Susah (bersamaan) yang penting jangan terlalu jauh," kata dia.
Sebelumnya, berdasarkan survei oleh BHR, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyatakan banyak jam digital di masjid Kota Bandung yang sudah lama tidak dikalibrasi sehingga tidak sesuai dengan standar BMKG.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, Bambang berharap gerakan azan serentak dapat diikuti oleh seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kota Bandung agar merujuk pada standar yang telah ditetapkan Bimas Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
"Jangan sampai ada perbedaan yang jauh. Misalnya masjid RW ini sudah azan, di RW lain lima menit kemudian. Dengan arahan ini nanti semuanya serentak. Kita kita samakan waktunya berdasarkan aplikasi," melalui keterangan resminya, Rabu (18/9).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white