kumparan
News10 Juli 2018 17:48

Massa Ulama Muda Dukung Jokowi: Banser, Ansor hingga Jemaah Pengajian

Konten Redaksi kumparan
Massa Samawi di Sentul
Massa Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) memadati SICC, Sentul, Bogor. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Sejumlah orang yang menamakan diri Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) menggelar halalbihalal dan silaturahmi nasional. Acara yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo ini diadakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.
ADVERTISEMENT
Acara ini diklaim dihadiri sejumlah orang dari berbagai daerah, namun belum diketahui siapa koordinatornya. Salah satu peserta bernama Dani yang berasal dari Karawang, mengaku datang ke acara Samawi bersama rekan-rekannya dari Banser dan Ansor.
"Saya dari Karawang, tadi rombongan bareng satu bus," kata Dani di SICC, Selasa (10/7).
Massa Samawi di Sentul
Massa Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) memadati SICC, Sentul, Bogor. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Ia mengaku sebenarnya belum lama mendengar soal Samawi. Sebab ia hanya diajak oleh rekannya sesama anggota dari Banser dan Ansor.
"Kalau saya baru diajak. Ini ada dari Ansor, ada dari Banser," jelas Dani.
Meski menyebut kata muda, ada juga peserta acara yang dari kalangan orang tua. Mereka bahkan membawa ikut serta anak-anaknya.
Seperti Aton, warga asal Cianjur, yang membawa serta dua cucunya. Ia menerangkan datang ke SICC bersama 60 orang rombongan pengajiannya. "Tadi satu bus, sekitar 60 orang," ujar Anton.
Massa Samawi di Sentul
Massa Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) memadati SICC, Sentul, Bogor. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Ia menjelaskan tak terlalu mengetahui tentang gerakan Samawi ini. Aton mengaku hanya diajak oleh ustaz yang biasa mengisi pengajian. "Diajak ustaz kemarin," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Acara Samawi rencananya akan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Massa dari Samawi saat ini terus berdatangan.
Massa Samawi di Sentul
Massa Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) memadati SICC, Sentul, Bogor. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan