Mayat Pria Bertato Heksagram yang Ditemukan Nelayan di Bali Diduga WNA

8 September 2022 13:27
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penemuan mayat di perairan Yeh mbang, kecamatan Mendoyo, kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (7/9/2022). Foto: Polres Jembrana
zoom-in-whitePerbesar
Penemuan mayat di perairan Yeh mbang, kecamatan Mendoyo, kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (7/9/2022). Foto: Polres Jembrana
ADVERTISEMENT
Mayat laki-laki bertato heksagram di dada yang ditemukan tewas oleh nelayan di perairan Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (7/9), pukul 05.30 WITA lalu, diduga WNA. Mayat tersebut telah dibawa ke RSU Negara.
ADVERTISEMENT
"Dokter (forensik) bilang diduga WNA," kata Direktur RSU Negara Eka Indrawati saat dihubungi, Kamis (8/9).
Eka Indrawati mengatakan, RSU Negara telah melakukan pemeriksaan luar terhadap mayat tersebut. Kondisinya, tubuh korban telah mengalami pembusukan sehingga kulit tulang tengkorak telah mengelupas, kulit dan otot pada tangan telah mengelupas, tulang jari tangan kanan dan kiri patah.
eye-off
Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?
Penemuan mayat laki-laki bertato di perairan Yeh mbang, kecamatan Mendoyo, kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (7/9/2022). Foto: Polres Jembrana
Penemuan mayat laki-laki bertato di perairan Yeh mbang, kecamatan Mendoyo, kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (7/9/2022). Foto: Polres Jembrana
Selain itu, tulang kering pada kaki kiri dan kanan dengan kulit dan otot juga sudah mengelupas. Meski demikian, belum bisa diprediksi usia korban.
"Waktu kematian sudah lebih dari dua hari (sejak ditemukan)," jelasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, polisi belum berhasil menemukan identitas atau makna tato yang terdapat pada tubuh korban.
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
Ia mengatakan, penyidik bekerja sama dengan polres wilayah lain untuk mendata laporan orang hilang dan berkoordinasi dengan Polda Bali untuk proses autopsi.
ADVERTISEMENT
"Kita belum memastikan, kita juga belum menerima ada laporan orang hilang. Sekarang kita berkoordinasi dengan Polda Bali untuk dilakukan autopsi," jelas Juliana.
Saat ditemukan mayat berjenis kelamin pria itu memiliki tinggi badan 170 sentimeter, mengenakan baju kaus lengan panjang warna abu-abu dan celana pendek.
Di dada sebelah kirinya, terdapat tato heksagram. Terlihat di atas tato heksagram itu ada tiga garis dan tiga gambar yang sudah pudar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·