News
·
22 November 2020 12:11

Megawati: Indonesia dan Tiongkok Dipertemukan Takdir yang Sama, Pernah Terjajah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Megawati: Indonesia dan Tiongkok Dipertemukan Takdir yang Sama, Pernah Terjajah (580694)
Megawati Soekarnoputri umumkan Cakada PDIP Gelombang ke-III. Foto: PDIP
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci di acara Understanding China Conference 2020 yang digelar China Institute for Innovation and Development Strategy, Jumat (20/11). Dalam paparannya, Megawati menyoroti hubungan antara Indonesia dengan China yang sudah terjalin cukup lama.
ADVERTISEMENT
"Indonesia dan Tiongkok adalah dua negara yang dipertemukan oleh takdir yang sama sebagai sebuah negara yang pernah terjajah dan berjuang dengan upaya sendiri untuk lepas dari penjajahan," kata Megawati dalam video yang diunggah akun PDI Perjuangan, dikutip Minggu (22/11).
"Indonesia dan Tiongkok sama-sama merasakan pahitnya penjajahan dan kolonialisme dari negara-negara yang lebih kuat pada masa lalu," imbuhnya.
Belajar dari pengalaman itu, Megawati berharap China tetap konsisten ikut menjaga perdamaian. Selain itu, ia juga berharap China bisa ikut memberikan ruang besar bagi kerjasama global yang bisa saling menguntungkan seluruh pihak.
"Bagi Indonesia, tidak ada nasionalisme tanpa internasionalisme, demikian juga sebaliknya. Bagi Indonesia, kedaulatan dan kesetaraan menjadi kunci bagi kerja sama internasional yang saling menghormati dan menguntungkan," ungkap Megawati.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Megawati juga mengajak dunia internasional untuk memaknai kebangkitan China secara positif dan konstruktif dengan cara memberikan kesempatan untuk berkontribusi bagi dunia. Apalagi, kata Megawati, sepanjang sejarahnya, China bukanlah sebuah negara imperialis yang ekspansionis.
"Kekuatan Tiongkok dalam kancah global sejak zaman kerajaan dan dinasti adalah diplomasi yang mengedepankan kerja sama yang saling menguntungkan dan saling menghormati satu sama lain," pungkasnya.