News
·
29 Juli 2021 12:28
·
waktu baca 2 menit

Megawati Kenang Pernyataan Wapres Korsel: Saya Disebut Pengamat Lingkungan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Megawati Kenang Pernyataan Wapres Korsel: Saya Disebut Pengamat Lingkungan (60147)
searchPerbesar
Megawati Menerima Doktor HC di Korsel Foto: Aji Surya/KBRI Seoul
Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menjadi 'keynote speech' dalam acara Rakorbangnas BMKG 2021. Dalam penggalan arahannya, Megawati mengenang kehadirannya dalam suatu konferensi internasional di Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
Saat itu, wakil Presiden Korea Selatan memuji Megawati sebagai pengamat lingkungan.
"Saya sering diundang ke konferensi internasional umtuk masalah lingkungan. Suatu saat saya di Korea, saya enggak tahu kenapa, Wakil Presiden Korea Selatan minta ketemu dengan saya. Kami berkenalan, beliau mengatakan 'saya dengar Anda juga pengamat lingkungan," kata Megawati, secara virtual, Kamis (29/7)
Tak dijelaskan Megawati kapan persisnya pertemuan tersebut. Berdasarkan penelurusan kumparan, Megawati pernah menjadi pembicara dalam forum internasional The Kor-Asia Forum yang berlangsung di Seoul, November 2018 lalu.
Dalam pertemuan dengan Wapres Korsel itu, Megawati mengatakan, Korea Selatan sudah membuat sejumlah video serta buku terkait global warming. Sehingga, menurut Megawati, persoalan kerusakan lingkungan penting disikapi oleh Indonesia.
Megawati Kenang Pernyataan Wapres Korsel: Saya Disebut Pengamat Lingkungan (60148)
searchPerbesar
Pengarahan Presiden Joko Widodo kepada Kepala Daerah Se Indonesia Tahun 2021, secara virtual, Senin (19/7). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
"Beliau (Wapres Korsel) bilang saya dapat pertanggungjawabkan maka saya berani muncul dan saya melihat sendiri global warming akan jadi sangat ketat kalau manusianya sendiri tidak menyadari. Damaging (kerusakan) kita sekian banyak, itu sebetulnya hal-hal yang terjadi dari global warming. Ini adalah sebuah hal yang jangan kita jadi alpha," papar Megawati.
ADVERTISEMENT
Megawati juga menyarankan agar Indonesia belajar dari China dan Jepang soal penanganan bencana. Di sana, beber Megawati ada alarm tanda bahaya sampai ke tingkat desa.
Bagaimana mungkin bisa melakukan seperti itu, menurut Megawati, bisa saja, asal ada niat.
"Makanya selalu saya ingatkan tanggap darurat, apa saja kepala daerah harus, tidak perlu keadaannya tidak ada bencana, itu bisa dilihat dari peta BMKG," tutur Ketua Umum PDIP ini.
Hadir juga dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan sejumlah pejabat nasional serta dihadiri jajaran BMKG se-Indonesia.