News
·
4 Agustus 2021 16:43
·
waktu baca 1 menit

Megawati: Saya Lama-lama Jadi Konsultan, Tapi Enggak Dibayar

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Megawati: Saya Lama-lama Jadi Konsultan, Tapi Enggak Dibayar (61457)
searchPerbesar
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya persiapan sebuah negara dalam menghadapi ancaman bencana alam. Berbagai saran pun disampaikan Megawati.
ADVERTISEMENT
Ia mengingatkan, Indonesia adalah negara Archipelago. Kini negara lain seperti China, Eropa, dan sebagainya sudah mulai dilanda banjir.
Ketika air laut naik, sungai meluap karena tak bisa ke muara. Hasilnya air laut ikut masuk ke darat.
"Itulah supaya mengerti, anak-anak PDIP yang Ibu sayangi, supaya mengerti bahwa yang terjadi di NTT itu seperti apa," ujar Megawati dalam acara 'Pelatihan Mitigasi Bencana dan Tsunami DPP PDIP,' secara virtual, Rabu (4/8).
Megawati mengatakan setiap ancaman bencana harus diukur dan diubah. Ia mengaku sudah berbicara dengan Presiden Jokowi terkait tatanan new normal pascapandemi COVID-19.
"Monggo dipikir, kan, saya cuma seorang, saya sendiri. Makanya saya bilang, kok, lama-lama saya jadi konsultan, ya. Tetapi enggak dibayar. Hanya untuk menggembirakan diri saya sendiri karena ini kewajiban saya sebagai warga Indonesia. Saya enggak mau negaraku kelelep," imbuh Megawati.
Megawati: Saya Lama-lama Jadi Konsultan, Tapi Enggak Dibayar (61458)
searchPerbesar
Megawati mengisi Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami - Baguna DPP PDIP, Rabu (4/8). Foto: Youtube/DPP PDIP
Lebih lanjut, Megawati bercerita mengenai arahannya kepada Gubernur Bali I Wayan Koster ketika hendak merenovasi Pura Besakih. Megawati mengingatkan ancaman letusan Gunung Agung.
ADVERTISEMENT
"Ini, kan, remeh temeh juga kayaknya. [Saya dijelaskan] bangunan pura enggak boleh disemen-semen. Jadi pakai batu tumpuk-tumpuk, kan. Saya nanya iki mesti bisa direstorasi apa renovasi, ya? Kalau nanti gunungnya blek blek [meletus], kalau runtuh, kan, sayang, ya. Terus piye? Saya bilang Pak Basuki [Menteri PUPR] ada enggak, sih, ilmu melekat? [Dijawab] ada, Bu. Ya pakailah teknologi itu," beber Megawati.
"Bukan menyombongkan diri, tetapi mohon didengerin. Kalau terjadi terus apa yang mau kita perbuat? Masa nangisi korban melulu," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020