News
·
29 Juni 2021 17:28
·
waktu baca 1 menit

Megawati: Saya Pusing Kepala Anak Dibunuh Orang Tuanya Sendiri, Why?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Megawati: Saya Pusing Kepala Anak Dibunuh Orang Tuanya Sendiri, Why? (70555)
searchPerbesar
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti sosok perempuan yang selalu menjadi pihak yang terhina. Ia bahkan heran mengapa selalu ada kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan selalu menimpa perempuan.
ADVERTISEMENT
"Bayangkan. Kok mau, ya, digampar sama suami? Kalau saya, sih, enggak mau. Loh iya, dong, dari sisi agama dikatakan kaum laki-laki adalah imamnya. Imamnya, imam is sesuatu yang harus, maksud saya, high class. Tapi kenapa kenyataannya tidak?" kata Megawati dalam Sarahsehan Nasional Indonesia Muda Membaca secara virtual, Selasa (29/6).
Megawati juga prihatin dengan kasus anak membunuh orang tuanya sendiri. Ia sampai pusing karena berita seperti itu terus muncul di TV.
"Kalau lihat TV sekarang, aduh, saya sampai pusing kepala. Anak dibunuh orang tuanya sendiri, anak membunuh orang tuanya sendiri. Why?" tanya Megawati.
Megawati: Saya Pusing Kepala Anak Dibunuh Orang Tuanya Sendiri, Why? (70556)
searchPerbesar
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
"Why? Coba, deh, tolong dipikirkan. Nanti ngomong, deh, diskusi-diskusi dah. Why? Dipandu dah," lanjutnya.
Megawati kemudian mengutip pernyataan Mahatma Ghandi yang mengatakan sebuah bangsa harus seperti burung. Sementara menurutnya, burung garuda terbang ke angkasa dengan kepakan dua sayapnya.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini, menurutnya, bisa menjadi contoh situasi rumah tangga.
"Maksud saya, sayapnya iki sopo? Suami istri, laki perempuan. Lah kalau satu keok, mana bisa terbang," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020