News
·
4 Agustus 2021 16:05
·
waktu baca 2 menit

Megawati: Tanah Jakarta Makin Hari Makin Turun, Kalau Ambruk Piye?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Megawati: Tanah Jakarta Makin Hari Makin Turun, Kalau Ambruk Piye? (201309)
searchPerbesar
Suasana gedung perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan dalam Pelatihan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar Baguna DPP PDIP secara virtual, Rabu (4/8).
ADVERTISEMENT
Salah satu yang disoroti adalah fenomena turunnya permukaan tanah di Ibu Kota, Jakarta. Dia mempertanyakan mitigasi jika kondisi itu berdampak pada ambruknya tanah dan bangunan yang ada di atas permukaan tanah.
"Banyak orang belum berpikir seperti saya. Padahal saya mulai ngomong sejak Wapres saya. Pak Basuki ikut ngomong Jakarta makin hari makin turun, karena tanahnya poros, disedoti, dan ada interupsi air laut. Enggak ada yang mikir kalau ambruk piye?" kata Mega.
Megawati: Tanah Jakarta Makin Hari Makin Turun, Kalau Ambruk Piye? (201310)
searchPerbesar
Megawati mengisi Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami - Baguna DPP PDIP, Rabu (4/8). Foto: Youtube/DPP PDIP
Pertanyaan tersebut sudah disuarakan Mega saat Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia ingin ada upaya pencegahan yang dilakukan agar tak menjadi bencana besar.
"Saya ngomong dari zaman Sutiyoso. Gedung di Thamrin-Sudirman tolong disidak, apakah dia sudah pakai sistem tahan gempa. Saya tidak tahu karena saya tidak punya kewenangan kok," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Lalu kalau mau turun pakai opo? Itu kan sangat remeh-temeh tapi menolong manusia," tambahnya.
Ketum PDIP itu menegaskan mitigasi sejak dini dibutuhkan agar tak ada korban jiwa kalau bencana itu terjadi. Dia yakin tenggelamnya Jakarta bisa dicegah.
"Saya inginnya zero percent kalau kejadian seperti itu. Apakah bisa? sangat bisa."
- Megawati.
Dia mengingatkan bencana longsor yang pernah terjadi di NTT dan Palu (Sulawesi Tengah) beberapa waktu lalu, menimbulkan banyak korban karena tak ada mitigasi bencana.
"Jadi waktu kejadian Palu, NTT, gemes saya. Apa yang jadi pikiran dengan segala hormat saya kepada mereka yang mengatakan jadi pemimpin di Republik Indonesia ini. Saya enggak peduli dibully sebodo amat. Orang yang bully itu tolong bantu korban itu piye? Monggo ditanya pasti enggak bisa dijawab. Ini demi republik ini loh," pungkasnya.
ADVERTISEMENT