Melihat 3 Kali Kekalahan Prabowo di Pilpres dan Bersiap Maju Lagi di 2024

15 Agustus 2022 13:56
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kandidat Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat kampanye di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada 7 April 2019. Foto: AFP/Adek Berry
zoom-in-whitePerbesar
Kandidat Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat kampanye di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada 7 April 2019. Foto: AFP/Adek Berry
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden pada Pemilu Serentak 2024, dengan pertimbangan adanya desakan dari para pengurus.
ADVERTISEMENT
Artinya, telah terhitung sebanyak 4 kali Prabowo berupaya memenangkan Pemilu dan tiga kali bertarung sebagai capres secara berturut-turut.
Babak keempat Prabowo untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia pun dimulai. Upayanya sudah terekam sejak 14 tahun lalu, bahkan saat pertama kali Pemilu diadakan di Indonesia.
Pada tahun 2004, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu berambisi menjadi calon presiden dengan mengikuti konvensi capres Partai Golkar. Namun Prabowo kalah bersaing dengan beberapa tokoh yang akhirnya dimenangkan Jenderal TNI Purnawirawan Wiranto.

Pilpres 2009

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kiri) bersalaman dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) saat menghadiri Upacara HUT Ke-76 Bhayangkara yang dipusatkan di Kampus Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kiri) bersalaman dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) saat menghadiri Upacara HUT Ke-76 Bhayangkara yang dipusatkan di Kampus Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
Setelah kalah dalam konvensi Golkar, Prabowo memutuskan keluar dan membangun kendaraannya sendiri dengan mendirikan Partai Gerindra.
Dalam Pilpres 2009, Prabowo berpasangan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres. Namun, ia harus mengakui keunggulan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada masa itu.
ADVERTISEMENT

Pilpres 2014

Kandidat Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat kampanye di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada 7 April 2019. Foto: AFP/Adek Berry
zoom-in-whitePerbesar
Kandidat Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat kampanye di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada 7 April 2019. Foto: AFP/Adek Berry
Setelah kalah di Pilpres 2009, Prabowo kembali bertarung di Pilpres 2014 kali ini sebagai calon presiden berpasangan dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.
Prabowo-Hatta diusung oleh Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB, yang menamakan diri Koalisi Merah Putih (KMP).
Lawannya, head to head, adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diusung oleh PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura. Koalisi ini bernama Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Pilpres yang disebut banyak pihak sebagai bibit polarisasi masyarakat itu akhirnya dimenangkan Jokowi-JK dengan 53,15% sementara Prabowo-Hatta 46,85%.

Pilpres 2019

Menhan Prabowo bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi di Gedung Agung atau Istana Negara Yogyakarta, Senin (2/5/2022). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Prabowo bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi di Gedung Agung atau Istana Negara Yogyakarta, Senin (2/5/2022). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Pada Pilpres 2019, ambisi Prabowo untuk memimpin Indonesia belum padam. Dia percaya diri maju lagi sebagai calon presiden, kali ini dengan menggandeng sesama kader Gerindra yaitu Sandiaga Uno sebagai cawapres.
ADVERTISEMENT
Pasangan ini diusung gabungan parpol Gerindra, Demokrat, PAN, PKS dan Partai Berkarya yang menamakan diri Koalisi Indonesia Adil Makmur.
Prabowo kembali head to head melawan Jokowi yang kali ini berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Koalisi ini diusung oleh PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura, PKPI dan didukung Perindo, PSI, PBB dan menamakan diri Koalisi Indonesia Kerja.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Hasil Pilpres 2019, Prabowo kembali kalah lawan Jokowi. Dalam angka, Jokowi-Ma'ruf unggul 55,5%, Prabowo-Sandi 44,5%.
Prabowo sempat mendeklarasikan diri sebagai capres-cawapres yang unggul dan mengaku dicurangi oleh sejumlah lembaga survei quick count Pemilu 2019. Namun, putusan MK menguatkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf.
Usai Pilpres, Prabowo memutuskan masuk dalam Kabinet Jokowi-Ma'ruf sebagai Menteri Pertahanan dan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
ADVERTISEMENT

Bersiap untuk Pilpres 2024

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan pidato kebangsaan saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8). Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan pidato kebangsaan saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8). Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Meskipun sudah kalah berturut-turut, Prabowo justru menjadi tokoh pertama yang mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai Capres di Pemilu Serentak 2024 kelak.
Ia menyebut sikapnya sebagai pejuang. Yaitu meski kalah berkali-kali, namun bangkit untuk kembali berjuang.
“Ada yang bertanya, mungkin nyindir-nyindir, sudah sekian kali kalah kok mau maju lagi? Mungkin mereka tidak mengerti arti pejuang,” ujar Prabowo saat Rapimnas Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jumat (12/8).
"Dengan ini saya menyatakan, bahwa dengan penuh rasa tanggung jawab, saya menerima permohonan saudara untuk bersedia dicalonkan sebagai calon Presiden Republik Indonesia," kata Prabowo.

Koalisi Gerindra-PKB

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan PKB dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan PKB dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Rapimnas Gerindra yang dilaksanakan selama dua hari pada 12 dan 13 Agustus 2022 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), tak hanya mengukuhkan Prabowo sebagai capres 2024.
ADVERTISEMENT
Pada hari kedua, Prabowo dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hadir bersama untuk mendeklarasikan koalisi mereka. Gerindra-PKB sepakat menandatangani piagam kesepakatan koalisi Pilpres 2024.
Mereka pun terlihat mendaftar ke KPU pada Senin (8/8) secara berbarengan. Kedua pihak pun mulai meramaikan wacana memasangkan Prabowo-Cak Imin sebagai capres-cawapres di 2024.
Koalisi Gerindra dengan PKB ini dimulai saat Ketua Umum PKB Cak Imin menyambangi kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6). Sejak pertemuan, kedua parpol mengatakan kans koalisi semakin kuat. Sebelumnya, PKB sempat menunjukkan sinyal koalisi ke PKS pada awal Juni 2022 lalu.
Gabungan Gerindra dan PKB telah memenuhi syarat pencapresan di 2024, yakni 23,63% atau 136 kursi. Gerindra memiliki 13,57% atau 78 kursi, dan PKB memiliki 10,09% atau 58 kursi di Senayan.
ADVERTISEMENT
Bagaimana kans Prabowo untuk memenangkan Pilpres keempat lagi? Kita tunggu saja.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020