News
·
2 Mei 2020 8:30

Melihat Gerakan Aksi Sosial Para Buruh saat Peringatan May Day

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Melihat Gerakan Aksi Sosial Para Buruh saat Peringatan May Day (346856)
Sejumlah buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Boyke Ledy Watra
Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini, May Day juga diwarnai dengan wabah virus corona yang masih menghantam nyari seluruh negara di dunia.
ADVERTISEMENT
Para buruh yang biasanya menggelar aksi saat May Day pun harus menahan diri. Mereka mengganti aksi unjuk rasa yang biasanya dilakukan menjadi aksi solidaritas.
Berbagai cara dilakukan para buruh di aksi solidaritas ini. Mulai dari membagikan masker gratis hingga menggelar bakti sosial.
Berikut kumparan rangkum ragam gerakan sosial para buruh saat peringatan May Day.

Bagikan APD ke RS

Di Jawa Barat, para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memilih membagikan alat pelindung diri (APD). Perlengkapan untuk tenaga medis itu disalurkan ke dua rumah sakit dan satu tempat karantina non-rumah sakit di Kota Bandung.
Melihat Gerakan Aksi Sosial Para Buruh saat Peringatan May Day (346857)
Buruh di Jawa Barat membagikan alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit saat hari buruh. Foto: Dok. Istimewa
Total, ada 160 set APD yang disalurkan. Rinciannya, 50 set APD ke RS Al-Islam, 50 set APD ke RSUD Ujungberung, dan 60 set APD ke tempat karantina di Gedung Balai Pengembangan SDM Jabar.
ADVERTISEMENT
APD ini merupakan hasil sumbangan dari anggota DPD KSPSI Jabar dan DPP KSPSI. Selain membagikan APD, para buruh di Jabar juga membagikan hand sanitizer dan masker.

Bagikan Masker

Di Jawa Tengah, perayaan May Day juga diikuti oleh para buruh yang terdampak virus corona. Meski ikut terdampak, namun mereka tetap semangat menjalankan aksi solidaritasnya.
Para buruh tersebut tampak berkumpul di Simpang Lima Kota Semarang untuk membagikan masker kepada masyarakat umum. Kegiatan Hari Buruh juga diwarnai dengan kegiatan serah terima bantuan sembako dari Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro.
Selain menjalankan aksi solidaritas, para buruh ini juga tetap menyuarakan aspirasinya. Salah satunya adalah meminta pembahasan Omnibus Law dibatalkan dan memastikan pemerintah memberikan payung hukum agar para buruh tak harus di-PHK karena wabah virus corona.
ADVERTISEMENT

Gelar Bakti Sosial

Aksi demo yang hendak digelar oleh buruh di Jakarta juga batal dilakukan karena pandemi virus corona. Sebagai gantinya, mereka menggelar bakti sosial dan membagikan sembako kepada buruh yang terdampak.
Meski demikian, mereka tetap akan memasang sejumlah spanduk di beberapa titik di Jakarta. Mulai dari di gedung-gedung perusahaan hingga Gedung DPR, sesuai dengan izin dari pihak kepolisian.
Ada beberapa hal yang menjadi tuntutan para buruh di spanduk mereka. Mulai dari pencairan THR 2020 hingga meminta agar tidak ada pemotongan atau pengurangan nilai karena pandemi.

Gelar Aksi Sosial

Buruh di Jawa Timur juga mengganti aksi demo mereka dengan aksi sosial. Aksi tersebut menyasar sesama pekerja atau masyarakat yang terdampak COVID-19.
Melihat Gerakan Aksi Sosial Para Buruh saat Peringatan May Day (346858)
Buruh terima bantuan dari Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Aksi sosial tersebut dilakukan melalui bantuan media sosial. Selain itu, aksi tersebut juga dilakukan di rumah-rumah pekerja yang terdampak virus corona.
ADVERTISEMENT
Peniadaan aksi demo May Day ini sebenarnya sejalan dengan imbauan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Khofifah sebelumnya meminta parah buruh untuk tidak turun ke jalan karena dikhawatirkan bisa menyebabkan kerumunan dan tidak memperhatikan physical distancing.

Bagi-bagi Sembako

Para buruh di Aceh juga tak mau ketinggalan ambil bagian. Mereka merayakan May Day dengan membagikan sembako kepada para pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan. Selain itu, mereka juga membagikan masker kepada masyarakat sekitar.
Meski tak turun ke jalan, mereka tetap memasang spanduk di beberapa titik. Mereka juga menyuarakan aspirasinya melalui berbagai media, mulai dari radio, media cetak, media elektronik, baliho, hingga media sosial.
Ada tiga isu utama yang mereka aspirasikan. Yaitu, menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, meminta perusahaan untuk tidak melakukan PHK, dan meminta perusahaan membayar THR dan upah kerja dengan penuh.
ADVERTISEMENT
------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.