kumparan
20 Jul 2018 15:49 WIB

Melihat Perbedaan Kalijodo Dulu dan Sekarang

Suasana Sore Hari di RPTRA Kalijodo pada 13 Oktober 2017 (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
Kalijodo memang dulunya dikenal sebagai tempat lokalisasi. Setelah digusur, Kalijodo kemudian bertransformasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan menjadi salah satu primadona warga Jakarta sebagai destinasi wisata gratis.
ADVERTISEMENT
Berbagai fasilitas disediakan di sini mulai dari taman bermain anak, tempat bermain skateboard, hingga lintasan sepeda BMX. Fasilitas ini juga yang membuat Kalijodo ramai dikunjungi, khususnya di akhir pekan.
Kondisi Taman Kalijodo pada Jumat (20/7/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Sayangnya, ada pemandangan kurang menyenangkan terlihat dari Kalijodo saat ini. Suasana berbeda begitu terlihat jika dibandingkan ketika Kalijodo diresmikan pada 22 Februari 2017 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Sebelumnya, Kalijodo tampak terurus. Rumput-rumputnya tampak hijau. Sementara saat ini, rumputnya terlihat tidak terurus, bahkan terlihat gersang.
Begitu pula dengan lintasan sepeda BMX. Aspal lintasan sepeda BMX sebelumnya begitu mulus. Namun sekarang, aspalnya mulai mengelupas dan retak. Bahkan ada yang aspalnya berlubang cukup besar, sehingga bisa membahayakan pengendara sepeda yang melintas.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, lintasan untuk skateboard memang sepintas terlihat tidak ada masalah. Namun jika diperhatikan, beberapa lampu penerangannya copot dan dibiarkan menggantung begitu saja.
Pemandangan tidak mengenakkan lainnya terlihat dari salah satu bangunan yang malah dimanfaatkan sebagai tempat untuk menjemur pakaian.
Jemuran di Taman Kalijodo, Jumat (20/7/2018) (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Hal ini tentunya sangat disayangkan. Sebab Kalijodo merupakan salah satu tempat favorit warga Jakarta, sehingga pengelolaan baik dari fasilitas sampai kebersihan harus diperhatikan.
Instalasi listrik di Taman Kalijodo, Jumat (20/7/2018) (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Gerobak dan bangku di Taman Kalijodo, Jumat (20/7/2018) (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Suasana Sore Hari di RPTRA Kalijodo, 13 Oktober 2017 (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
"Patung Menembus Batas" di Kalijodo yang terbuat dari Tembok Berlin (3/10/2017) (Foto: Johanes H/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan