Kumparan Logo
Donald Trump.
Donald Trump.

Menang di Alaska, Suara Trump Bertambah, Tetap Jauh dari Batas 270 Elektoral

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump dalam debat kampanye presiden 2020 pertama dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di Cleveland, Ohio, AS, Selasa (29/9). Foto: Brian Snyder/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump dalam debat kampanye presiden 2020 pertama dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di Cleveland, Ohio, AS, Selasa (29/9). Foto: Brian Snyder/REUTERS

Penghitungan suara Pemilu AS belum 100 persen rampung. Data Edison Research yang dilansir Reuters menunjukkan, dari 75 persen suara yang masuk, Donald Trump unggul jauh di Alaska sebesar 56,9 persen, adapun Joe Biden meraih 39,1 persen.

Pemilu AS menggunakan sistem elektoral, bukan dipilih rakyat langsung. Suara elektoral merupakan orang-orang yang dipilih rakyat di dalam surat suara, untuk mewakili mereka memenangkan calon presiden di sidang electoral college.

Donald Trump. Foto: CARLOS BARRIA/REUTERS

Setiap negara bagian memiliki suara elektoral berbeda-beda. Alaska mendapat jatah 3 suara elektoral atau 3 perwakilan (anggota DPR, partai, tokoh publik, dsb).

Oleh karena itu, meski Trump unggul jauh, ia hanya akan mendapat 3 suara. Jika ingin memenangi Pemilu AS, capres setidaknya harus mengantongi minimal 270 suara.

Jika ditambah dengan 3 suara dari Alaska, Trump baru mengumpulkan 217 suara. Adapun Joe Biden sudah melampaui 270 suara, bahkan mengantongi 279 suara versi Reuters dan 290 suara versi Fox News.

collection embed figure

Edison Research memprediksi pemberian tiga suara di Alaska kepada Trump tidak akan mengubah hasil pemilu. Sejauh ini, Biden telah memenangi Pemilu AS.

Ada penghitungan suara di dua negara bagian penentu yang masih terus berlangsung. Yakni di North Carolina, Trump memimpin dengan lebih dari 70.000 suara, dan Georgia, dipimpin Biden sekitar 14.000 suara.

Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden. Foto: REUTERS

Georgia kini akan melakukan penghitungan ulang karena selisih margin kemenangan sangat kecil. Meski demikian, penghitungan ulang diprediksi tidak akan mengubah kemenangan.

North Carolina memiliki jatah 15 suara elektoral. Jika Trump menang, ia baru mengumpulkan 232 suara.

Trump pun belum mengakui kemenangan Biden dan akan menggugat Pemilu AS karena menuding penghitungan suara penuh kecurangan. Jika gugatan Trump kalah, Biden akan menjadi presiden sah pada Januari 2021.

Infografik Perjalanan Hidup Donald Trump. Foto: kumparan