kumplus- Crime Story- Cover Story Panti Asuhan maut

Mengelola Panti Asuhan agar Tak Rentan Eksploitasi Anak (4)

23 September 2021 19:42
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tahun 2017 masyarakat dibuat gempar dengan ulah ratu panti asuhan dari Pekanbaru, Lili Nurhayati. Muhammad Ziqli (1,8 bulan), bayi yang dititipkan ibunya di panti asuhan milik Lili, tewas dalam kondisi penuh luka. Ziqli tak sendiri. Setelah ditelusuri, banyak anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan kejiwaan yang tak terurus—bahkan dieksploitasi dan disuruh mengemis—di sejumlah panti milik Lili.
Bagaimana sebenarnya pengawasan panti asuhan dan panti jompo yang ideal? Bagaimana aturan pengelolaan panti yang benar? Seberapa banyak kasus panti-panti nakal yang mengeksploitasi anak asuhnya?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kumparan berbincang dengan Wakil Ketua KPAI, Rina Pranawati, dan Direktur Eksekutif Peduli Anak Foundation, Nurdiana. Langganan kumparan+ untuk membaca artikel lengkapnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Ini bukan panti biasa. Anak-anak diberi makanan kedaluwarsa. Mereka dipukuli, ditendangi, dan dibiarkan sekarat. Tujuh bocah akhirnya meninggal. Enam di antaranya konon dikubur begitu saja di satu kamar. Panti asuhan macam apa ini? Klik di bawah.