kumparan
23 Februari 2017 7:26

Mengenal Bambang Hendarso Danuri, Kapolri di Kasus Antasari Azhar

Bambang Hendarso
Bambang Hendarso Danuri. (Foto: Wikimedia Commons)
Bambang Hendarso Danuri bersama sejumlah penyidik berencana untuk mendatangi Bareskrim Mabes Polri. Kedatangannya ke Bareskrim adalah untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnain, yang menjerat mantan ketua KPK, Antasari Azhar.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui, Jenderal Polisi (Purn) Bambang Hendarso Danuri menjabat sebagai Kapolri saat kasus tersebut bergulir. Lahir di Bogor, 10 Oktober 1952, dia menjabat sebagai Kapolri sejak tanggal 1 Oktober 2008 hingga 22 Oktober 2010. Bambang menduduki kursi Kapolri menggantikan Jenderal Pol (Purn) Sutanto yang pensiun pada 30 September 2008.
Bambang berkiprah dengan latar belakang pendidikan Akademi Kepolisian sejak tahun 1974. Beliau mendapat gelar sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jakarta.
Karirnya dimulai dari Wakasat Sabhara Polresta Bogor Polda Jawa Barat (1975), kemudian menjadi Kapolres Jayapura (1993). Karirnya terus naik hingga menjabat sebagai Wakapolwil Bogor Polda Jawa Barat (1994). Lalu beberapa kali menjadi Kadit Serse Polda, mulai dari Kadit Serse Polda Nusa Tengggara Barat (1997), Kadit Serse Polda Bali (1999), Kadit Serse Polda Jawa Timur (2000), dan Kadit Serse Polda Metro Jaya (2005).
ADVERTISEMENT
Kemudian Bambang pun diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Selatan pada tahun 2005 dan Kapolda Sumatera Utara pada periode 2005 - 2006. Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Bambang pernah menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri pada periode 2006 - 2008.
Atas berbagai pengabdiannya, Bambang juga pernah menerima sejumlah penghargaan, seperti Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Karya Bhakti, dan Satya Lencana Ksatria Tamtama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan