News
·
17 Juni 2021 15:20
·
waktu baca 3 menit

Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata (272264)
searchPerbesar
Pengunjuk rasa Palestina membakar ban selama demonstrasi di timur Kota Gaza di perbatasan dengan Israel. Foto: Mahmud hams/AFP
Israel kembali menggempur Jalur Gaza. Serangan dilakukan usai gencatan senjata disepakati Israel dan Hamas pada 21 Mei 2021 lalu.
ADVERTISEMENT
Awal mula serangan dipicu tindakan kelompok militan di Gaza yang meluncurkan balon pembakar ke selatan Israel pada Selasa (15/6) malam. Pada Rabu (16/6) subuh, Israel langsung melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Tak ada laporan korban jiwa dari kedua insiden tersebut.
Meningkatnya tensi ini berpotensi berujung pada babak baru pertikaian antara Israel dengan kelompok militan Palestina yang berlokasi di Gaza.
Bahkan, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, langsung turun tangan memperingatkan bahwa situasi ini dapat mengganggu kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak, yang telah diperjuangkan oleh berbagai pihak dari negara-negara di dunia.
Menurut kantor berita Reuters, konfrontasi yang terjadi antara Israel dan Palestina di Yerusalem pada Mei lalu berujung pada insiden saling serang 11 hari antara Israel dan Hamas. Hal inilah yang dikhawatirkan; kembali terjadinya konflik serupa.
ADVERTISEMENT
Mesk Israel mengeklaim aksi mereka disebabkan balon dari Gaza, sebenarnya apakah ada penyebab lain yang dapat kembali menyulut situasi panas antara Israel dan kelompok militan Palestina seperti Hamas?
Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata (272265)
searchPerbesar
Warga Israel memegang bendera dan poster di dekat Gerbang Damaskus, tepat di luar Kota Tua Yerusalem, Selasa (15/6). Foto: Ammar Awad/REUTERS

Pawai Bendera oleh Ultranasionalis Israel di Yerusalem Timur

Dikutip dari CTGN, peluncuran balon pembakar dari Gaza merupakan respons atas pawai bendera Israel yang berlangsung pada Selasa (15/6) sore di Yerusalem Timur.
Pawai yang diikuti oleh ribuan nasionalis sayap kanan Israel ini kembali menimbulkan tensi tinggi dengan warga Palestina, terutama mereka yang tinggal di Yerusalem Timur.
Dikutip dari Reuters, sebelum dilaksanakannya acara tersebut, Hamas telah memperingatkan akan terjadi pertempuran jika pawai tersebut tetap terlaksana. Pawai ini juga disebut oleh Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, sebagai tindakan provokasi.
ADVERTISEMENT
Pada hari pawai tersebut, Polisi Israel dalam seragam anti huru-hara menutup area yang menuju Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem.
Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata (272266)
searchPerbesar
Seorang polisi Israel menggiring seorang wanita Palestina, di tengah prosesi pengibaran bendera di Gerbang Damaskus, tepat di luar Kota Tua Yerusalem, Selasa (15/6). Foto: Ammar Awad/REUTERS
Seluruh peserta pawai, sebagian besar adalah penganut Yahudi, mengerubungi lokasi yang biasa menjadi lokasi perkumpulan warga Palestina, sembari menari dan menyanyikan “hidup rakyat Israel!”
Mereka berkumpul di Gerbang Damaskus sebelum melanjutkan rute pawai ke Tembok Barat Yudaisme, tempat tersuci umat Yahudi.
Para peserta pawai juga disebut melontarkan ejekan dan hinaan terhadap warga Arab, seperti “Matilah orang-orang Arab!” dalam bahasa Ibrani dan “Semoga desamu terbakar!”
Dikutip dari Aljazeera, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, setidaknya ada 33 warga Palestina terluka akibat bentrok di Yerusalem Timur dengan kepolisian Israel. Mereka disebut menahan warga Palestina dengan menggunakan granat kejut dan peluru karet.
ADVERTISEMENT

Peluncuran Balon Pembakar ke Selatan Israel

Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata (272267)
searchPerbesar
Ledakan terlihat di atas gedung-gedung di Kota Gaza saat pasukan Israel menembaki daerah kantong Palestina, Rabu (16/6). Foto: Said Khatib/AFP
Beberapa jam usai berakhirnya pawai bendera, tak terlihat tanda-tanda peluncuran roket atau serangan udara lainnya dari arah Gaza ke Israel.
Namun ternyata, beberapa jam sebelum berlangsungnya pawai tersebut, balon pembakar yang berasal dari Gaza diluncurkan ke arah selatan Israel.
Menurut pemadam kebakaran Israel, balon tersebut menyebabkan adanya 20 titik kebakaran dekat perbatasan antara Israel dengan Gaza.
Beberapa media lokal Israel melaporkan bahwa pemerintahan baru di bawah PM Naftali Bennett akan mengambil tindak lanjut jika ada pengiriman balon pembakar lanjutan oleh kelompok-kelompok Palestina di Gaza, meskipun tak akan sesegera mungkin.

Hamas Siap Balas Serangan Udara Israel ke Gaza

Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata (272268)
searchPerbesar
Seorang pengunjuk rasa Palestina melemparkan proyektil api ke arah pasukan Israel di sebelah timur Kota Gaza. Foto: Mahmud hams/AFP
Militer Israel melancarkan serangan udara ke Gaza dan Kota Khan Younis pada Rabu (16/6) dini hari, beberapa jam usai balon pembakar diluncurkan oleh beberapa kelompok militan Palestina di Gaza.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, militer Israel mengkonfirmasi serangan udara itu dan menyatakan bahwa jet tempur mereka menyerang kompleks dan fasilitas Hamas di kedua lokasi.
“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) siap untuk menghadapi skenario apa pun, termasuk pelanjutan pertempuran, dalam menghadapi aksi teror yang terus berlangsung dari Jalur Gaza,” tegas militer Israel.
Militer Israel, dalam keterangannya, menuduh Hamas bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di Jalur Gaza, dan Hamas akan menerima seluruh konsekuensi dari seluruh tindakan mereka.
Mengurai Penyebab Israel Kembali Gempur Gaza Usai Gencatan Senjata (272269)
searchPerbesar
Warga Israel memegang bendera saat mereka mengunjungi Tembok Barat, situs doa tersuci Yudaisme di Kota Tua Yerusalem, Israel, Selasa (15/6). Foto: Ronen Zvulun/REUTERS
Seorang juru bicara kelompok militan Hamas turut mengkonfirmasi serangan oleh Israel itu dan menegaskan, rakyat Palestina akan terus melanjutkan perlawanan yang berani dan membela hak-hal serta tempat suci mereka di Yerusalem.
"Kami akan melawan membela hak-hak kami dan di Tanah Suci Yerusalem," ucap seorang juru bicara Hamas.
ADVERTISEMENT
Tak ada laporan korban jiwa akibat serangan udara Israel Rabu malam lalu di Gaza dan Khan Younis.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020