News
·
8 Januari 2021 6:34

Menhub AS Mundur dari Gedung Putih Buntut Kericuhan di Capitol Hill

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menhub AS Mundur dari Gedung Putih Buntut Kericuhan di Capitol Hill (125617)
Pendukung Presiden AS Donald Trump memanjat dinding di Gedung Kongres AS selama protes menentang sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS. Foto: REUTERS / Jim Bourg
Menteri Perhubungan Amerika Serikat, Elaine Chao, mengatakan pada Kamis (7/1) waktu setempat bahwa dia mengundurkan diri dari jabatannya. Mundurnya Chao dari posisi yang ia emban saat ini adalah buntut dari peristiwa penyerbuan yang dilakukan oleh sekelompok massa pendukung Donald Trump pada Rabu (6/1) di gedung Kongres, US Capitol Hill.
ADVERTISEMENT
Mengutip AFP,Chao mengatakan kericuhan tersebut baginya adalah peristiwa traumatis, di mana seharusnya hal itu dapat dihindari dan tidak dilakukan oleh massa pendukung. Ia sangat menyayangkan hal itu harus terjadi di Amerika Serikat.
Menhub AS Mundur dari Gedung Putih Buntut Kericuhan di Capitol Hill (125618)
Presiden AS Donald Trump saat telekonferensi video Thanksgiving dengan anggota pasukan militer di Gedung Putih di Washington, AS, (26/11). Foto: ERIN SCOTT/REUTERS
"Peristiwa traumatis dan sepenuhnya dapat dihindari karena pendukung (Trump) menyerbu gedung Capitol," ujar Chao seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/1).
"Itu sangat mengganggu saya dengan cara yang tidak bisa saya kesampingkan," tambahnya.
Chao bukan orang yang pertama mundur dari pemerintahan yang dipimpin Donald Trump, sebelumnya Deputi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Matt Pottinger, juga mengundurkan diri dari jabatannya.
Pottinger mengikuti jejak rekannya yang terlebih dulu menyatakan mundur usai kerusuhan yakni Kepala Staf Ibu Negara Melania Trump, Stephanie Grisham.
ADVERTISEMENT
Diketahui, kericuhan pecah akibat massa pendukung Trump mendatangi kompleks Gedung kongres US Capitol. Tak hanya datang, massa turut merangsek masuk untuk menyuarakan protes mereka terkait kekalahan Trump pada pemilu lalu.
Protes dilakukan saat anggota parlemen AS tengah membahas pengesahan Joe Biden menjadi Presiden.