News
·
23 Februari 2021 16:46

Menhub: GeNose Akan Disebar ke 44 Stasiun Kereta Api

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menhub: GeNose Akan Disebar ke 44 Stasiun Kereta Api (123531)
Para penumpang meniup kantong plastik untuk mengambil sampel udara yang akan diuji menggunakan GeNose di sebuah stasiun kereta api di Jakarta, Indonesia, Rabu (3/2). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Alat skrining corona buatan UGM, GeNose, kini digunakan di beberapa stasiun KA sebagai syarat perjalanan. GeNose yang bisa mendeteksi corona melalui embusan napas, dinilai efektif mencegah penularan COVID-19 lantaran hasilnya bisa diketahui sangat cepat sekitar 5 menit.
ADVERTISEMENT
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyatakan sejauh ini GeNose sudah dipasang di 8 stasiun KA seperti Stasiun Pasar Senen, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Tugu Yogyakarta, dan Stasiun Bandung. Budi menyatakan penerapan GeNose akan digunakan di 44 stasiun KA lain.
"Seperti sudah kita ketahui bahwa kita sudah melakukan GeNose ini di banyak stasiun, 8 stasiun dan kita akan kembangkan sampai 44 stasiun," ujar Budi saat jumpa pers virtual di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).
Menhub: GeNose Akan Disebar ke 44 Stasiun Kereta Api (123532)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan tes GeNose C19 di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2). Foto: Kemenhub RI
Budi menyebut animo masyarakat dengan produk buatan dalam negeri itu sangat tinggi. Bahkan, pihak maskapai ingin menggunakan GeNose sebagai alat pendeteksi corona untuk penumpang pesawat.
"Animo dari masyarakat sangat bagus sekali bahkan saat ini teman-teman dari sektor udara menginginkan GeNose di sektor udara," ucapnya.
ADVERTISEMENT
"Oleh karena itu kami melaporkan kepada Bapak Menko tentang rencana itu dan tentu kita melakukannya dengan hati-hati," sambungnya.
Diketahui GeNose merupakan alat skrining corona yang dikembangkan ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada yang dipimpin Prof Kuwat Triyana, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.