kumparan
News9 Oktober 2018 13:45

Menilik Aturan Judo yang Kubur Mimpi Miftahul Jannah

Konten Redaksi kumparan
Miftahul Jannah, atlet judo, asian para games
Pejudo putri Indonesia Miftahul Jannah (tengah) berunding dengan perangkat pertandingan sebelum bertanding di kelas kelas 52 kg blind judo Asian Para Games 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (8/10). (Foto: ANTARA FOTO/BOLA.COM/M Iqbal Ichsan)
Miftahul Jannah, atlet judo Indonesia di ajang Asian Para Games 2018 didiskualifikasi. Insiden itu menimpa Miftah lantaran ia tak mau melepas jilbabnya.
ADVERTISEMENT
Miftah dijadwalkan bertanding di nomor blind (tunanetra) judo 52 kilogram, di JIEXPO Kemayoran, Senin (8/10), pukul 10.18 WIB.
Berdasarkan peraturan, sejak 2012, atlet judo memang tak boleh mengenakan jilbab saat pertandingan. Aturan itu dibuat karena penggunaan jilbab di pertandingan judo berpotensi membahayakan para atlet judo, seperti leher tercekik atau cidera lainnya di bagian kepala.
Menurut Direktur Sport Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), Fanny Riawan, aturan pertandingan selalu dijelaskan, termasuk dalam pertemuan manajer sebelum pertandingan.
"Pada artikel 4 poin 4, aturan judo internasional, disebutkan tidak boleh ada apa pun yang menduduki kepala, melindungi kepala. Setelah aturan itu dibahas, semua manajer sepakat, stick to the rules, dan mulai bertanding. Jika ada pembicaraan lain di luar rapat itu, kami dari INAPGOC tidak tahu rangkaiannya," ucap Fanny mengakhiri.
ADVERTISEMENT
Selain itu, disebutkan pula bahwa kepala atlet judo tidak boleh ditutupi, kecuali karena alasan medis seperti perban dan lainnya. Pada artikel itu juga ditulis bahwa rambut panjang harus diikat dengan ikat rambut berbahan karet.
Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, menuturkan larangan hijab di judo bukanlah hal diskriminatif. Dalam konferensi pers di GBK Arena, Senin (8/10), Senny mengatakan ada kendala bahasa antara pelatih dan panitia asing sehingga terjadi kesalahpahaman.
"Pelatih judo itu tidak bisa berbahasa Inggris, waktu ada perintah dari Asian Paralympic Committee (APC) tentang itu, dia mungkin tidak tahu. Aturan memang dilarang berjilbab, mengacu ke semua orang, tidak ada diskriminasi. Tidak ada yang salah di sana (aturan larangan)," kata Senny kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
Bela diri, judo yang digeluti Miftahul Jannah merupakan salah satu seni bela diri asal Jepang. Secara umum, judo dimaknai sebagai pengembangan Jujitsu, yakni bela diri yang juga dikembangkan oleh masyarakat Jepang.
Terdapat beberapa teknik dalam pertandingan judo modern. Teknik itu dibedakan ke dalam teknik lemparan (67 teknik), menahan atau bergulat di bawah (7 teknik) mencekik (12 teknik), penguncian sendi (sembilan jenis, mengunci sendi siku saja). Untuk teknik mencekik, penggunaan kaki dan telapak kaki dilarang karena membahayakan tulang leher lawan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan