News
·
3 Mei 2021 14:26

Menkes soal Mutasi Corona India-Afsel Masuk RI: Segera Vaksinasi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menkes soal Mutasi Corona India-Afsel Masuk RI: Segera Vaksinasi (94868)
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia membutuhkan upaya ekstra usai munculnya sejumlah mutasi virus corona yang berpotensi lebih menular dari virus sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Tercatat varian corona Inggris, Afrika Selatan, hingga India yang memicu tsunami COVID-19 sudah masuk di Indonesia.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat yang telah memperoleh jatah vaksinasi agar segera memakainya. Sehingga mutasi corona bisa diredam agar tak muncul lonjakan kasus.
"Bapak ibu segera lakukan vaksinasi. Karena itu tadi selama mutasinya masih karena yang variant of concern, itu adalah saat yang tepat bagi kita untuk segera mungkin melakukan vaksinasi untuk melindungi diri kita dan keluarga kita. Oleh karena itu Mei ini tolong didorong vaksinasinya walau pun puasa dan lebaran sudah diizinkan," ujar Budi dalam konpers, Senin (3/5).
Budi menyebut, beberapa jenis mutasi corona seperti varian Inggris dan India bahkan sudah diamati WHO lantaran potensi penularannya cukup tinggi.
Menkes soal Mutasi Corona India-Afsel Masuk RI: Segera Vaksinasi (94869)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (keda kiri) bersama Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kiri) menyaksikan penyuntikan vaksin corona AstraZeneca kepada kiai di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO
"Mutasi-mutasi ini yang masuk sebagai kategori variant of concern atau sangat diperhatikan WHO karena penularannya relatif tinggi harus kita jaga," ucap Budi.
ADVERTISEMENT
Ia memastikan jatah vaksin corona masih dalam taraf aman. Sebab Indonesia bisa mengamankan jatah vaksin dari AstraZeneca sebanyak total 5,6 juta.
Jumlah itu, kata Budi, masih akan bertambah mengingat Bio Farma berencana memproduksi kembali vaksin Sinovac sebanyak 18 juta dosis dari bahan baku mentah.
"Kita harapkan ke depannya bisa lebih cepat lagi karena alhamdulillah dengan bantuan presiden diharapkan bahwa bulan ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari program GAVI yang gratis, rencananya akan datang sekitar 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis sehingga totalnya 5,6 juta," ungkap Budi.
Menkes soal Mutasi Corona India-Afsel Masuk RI: Segera Vaksinasi (94870)
Ilustrasi vaksin corona AstraZeneca. Foto: Yves Herman/REUTERS
"Rencananya Bio Farma (juga) akan memproduksi sekitar 18 juta vaksin Sinovac untuk bulan ini," lanjutnya.
Selain itu, Budi berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah mencegah penularan yang masif.
ADVERTISEMENT
"Apa pun virusnya, apa pun mutasinya kalau kita disiplin prokesnya insyaallah harusnya penularan tidak terjadi. Itu sebabnya saya terus menerus mengingatkan disiplin prokes (harus) dijalankan kita semua," tutupnya.