kumparan
15 Februari 2020 19:28

Menkes Tak Akan Pantau Keseharian 238 WNI: Hanya Bantu Kalau Ada Keluhan

Rakor Tingkat Menteri (RTM) terkait Virus Corona
Menkes Terawan Agus Putranto dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait virus corona, di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (28/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjamin seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang pulang usai observasi virus corona di Natuna, Kepulauan Riau, sehat.
ADVERTISEMENT
Karena itu, Terawan menuturkan pihaknya tak akan lagi memantau kegiatan keseharian WNI di wilayah masing-masing.
"Tidak-tidak, siapa yang mau inkubasi. Jadi dinas kesehatan itu hanya membantu kalau mereka ini sekarang menjadi duta-duta kesehatan untuk sekalian juga memberi tahu bahwa mereka itu sehat," kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (15/2).
WNI di Natuna
Warga Negara Indonesia berjalan menuju pesawat udara di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Sabtu (15/2). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Terawan mengatakan institusinya hanya akan membantu apabila WNI mengalami keluhan sakit setelah pulang dari observasi. Dia menyebut bantuan akan melalui Dinas Kesehatan di sejumlah daerah.
"Mereka dalam kondisi sehat kalau pun dinas kesehatan sebagai tracking saja membantu kalau ada apa yang dikeluhkan," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono meminta WNI untuk memberikan informasi apabila merasa membutuhkan bantuan.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada pengawasan khusus. Tapi mereka diminta memberikan informasi apabila di hari mendatang ada yang dirasa tidak enak," tuturnya.
238 WNI beserta 5 tim advance KBRI Beijing dan 42 orang tim penjemput yang diobservasi telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Sabtu sore. Mereka dipulangkan menggunakan pesawat Boeing dan Hercules.
Seluruh WNI langsung dijemput oleh keluarga serta perwakilan pemerintah daerah. Mereka tengah menuju daerah masing-masing.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan