News
·
24 Mei 2021 14:17

Menko PMK Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Isu Palestina

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menko PMK Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Isu Palestina (12075)
searchPerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan sambutan dalam acara Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC) di Masjid Istiqlal. Foto: Kemenko PMK
Dukungan terhadap Palestina terus mengalir dari berbagai penjuru dunia. Beberapa kelompok masyarakat di Indonesia bahkan turut melakukan aksi solidaritas dengan turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap tindak kekejaman yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.
ADVERTISEMENT
Menko PMK Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam melakukan aksi solidaritas tersebut. Apalagi jika dukungan yang sedianya bernilai positif itu malah disertai hal-hal lain yang dianggap mengganggu ketertiban umum serta mengabaikan protokol kesehatan.
“Saya mohon masyarakat menyikapi secara proporsional, tidak berlebih-lebihan. Mengingat kita sendiri juga sedang dalam suasana prihatin, yaitu bagaimana kita berupaya keras untuk menangani wabah COVID-19 dengan segala dampaknya,” kata Muhadjir usai meninjau kegiatan vaksinasi corona 890 pegiat dan relawan pemberdayaan perempuan dan anak di Kantor Perpusnas, Salemba, Jakarta, Senin (24/5).
Menko PMK Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Isu Palestina (12076)
searchPerbesar
Massa aksi memegang bendera Indonesia dan Palestina saat mengikuti aksi solidaritas di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Ia pun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memberikan sumbangan untuk membantu warga Palestina. Menurutnya, sumbangan tersebut sebaiknya disalurkan melalui badan atau lembaga resmi yang telah memiliki izin atau otoritas dari Kementerian Sosial.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut guna mencegah terjadinya penyelewengan atau penyalahgunaan dana bantuan sosial kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina. Di samping itu juga untuk bisa tetap menjaga nilai-nilai persatuan dan gotong-royong di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita juga harus pastikan sumbangan-sumbangan itu betul-betul tepat sasaran dan tidak ada yang dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggungjawab. Momentum-momentum di mana masyarakat terdorong karena empatinya, rasa kegotong-royongannya kemudian mengeluarkan bantuan-bantuan itu agar jangan sampai dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab,” tuturnya.

Menlu Tegaskan Isu Utama Palestina adalah Penjajahan

Menko PMK Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Isu Palestina (12077)
searchPerbesar
Menlu RI Retno Marsudi di arena debat Majelis Umum PBB membahas Palestina, Kamis (20/5/2021). Foto: Twitter/@Menlu_RI
Di sisi lain, Menlu Retno Marsudi menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina untuk merdeka merupakan amanat konstitusi. Amanat itu mengacu pada Pembukaan UUD 1945, yaitu penajajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan offline di depan sidang Majelis Umum PBB ke-67 di New York pada Kamis (20/5) lalu yang dihadiri 103 negara, Retno menegaskan sikap Indonesia atas isu Palestina.
"Dalam pernyataan saya, saya menegaskan satu pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri, yaitu berapa lama lagi kita akan membiarkan kejahatan tersebut terus berlangsung. Kita semua memahami bahwa konflik ini bersifat asimetris, yaitu antara Israel sebagai penjajah dan bangsa Palestina yang diduduki dan terus menerus ditindas," kata Retno.
"Saya tekankan bahwa dalam penjajahan, dalam konflik Israel-Palestina adalah isu utama. Jadi sekali lagi, isu utamanya adalah mengenai penjajahan," tegasnya.