News
·
3 Mei 2021 12:05

Menko PMK: Penyelesaian Masalah di Papua Tak Bisa Hanya di Atas Meja

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menko PMK: Penyelesaian Masalah di Papua Tak Bisa Hanya di Atas Meja (451622)
searchPerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan sambutan dalam acara Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC) di Masjid Istiqlal. Foto: Kemenko PMK
Permasalahan pelik mulai dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah hingga masih gencarnya gerakan pasukan separatis di Papua, menjadi permasalahan yang hingga kini belum dapat tertangani dengan baik oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, dibutuhkan pendekatan dan penanganan khusus untuk menuntaskan masalah di Bumi Cenderawasih. Tak hanya sekadar perjanjian dan pembicaraan semata.
"Karena itu kalau kita ingin menyelesaikan setiap masalah yang ada di Papua tidak bisa hanya di atas meja saja," ujar Muhadjir dalam acara peluncuran website dokumentasi Papua oleh LIPI, Senin (3/5).
Akibat permasalahan yang terbilang rumit itu, dibutuhkan penanganan yang tidak biasa. Untuk itu, Muhadjir menyebut pemerintah pusat hingga daerah harus mau turun tangan langsung ke lapangan untuk mengurai permasalahan tersebut.
Menko PMK: Penyelesaian Masalah di Papua Tak Bisa Hanya di Atas Meja (451623)
searchPerbesar
Aparat keamanan TNI-Polri sudah melakukan kegiatan patroli dalam kota, di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (20/4). Foto: Puspen TNI
Pelibatan tokoh adat hingga agama, menurut Muhadjir, juga menjadi pendekatan lain yang dapat dikedepankan untuk menghadapi permasalah pelik di tiap distrik Papua.
"Kita harus berani turun tangan cek sendiri, kemudian dilihat keruwetannya dan kemudian kita urai satu persatu," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
"Keterlibatan masyarakat, keterlibatan ketua adat, tokoh-tokoh masyarakat dalam kita untuk membangun masyarakat Papua ini yang kadang-kadang kita kurang dipahami. Selama ini setelah saya pantau sampai sekarang syukur berjalan dengan baik," sambungnya.
Tidak berjalan baiknya penyelesaian masalah seperti pendekatan berbasis kekerasan jadi pertimbangan utama. Sehingga diharapkan ke depan dapat disiapkan metode pendekatan penanganan masalah yang jauh lebih komprehensif dengan adanya penyesuaian pendekatan.
"Yang penting [buat] saya adalah harus dengan hati. Karena itu kita butuh sekali semakin banyak orang yang mengulurkan tangan di Papua ini dengan hati, bukan dengan yang lain," pungkasnya.