Menkominfo Johnny Plate Tak Khawatir soal Reshuffle Usai NasDem Deklarasi Anies

18 Oktober 2022 10:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konferensi pers Menkominfo Johny G. Plate tentang update pembangunan infrastruktur digital, Selasa (20/9/2022) Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Menkominfo Johny G. Plate tentang update pembangunan infrastruktur digital, Selasa (20/9/2022) Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
Menkominfo sekaligus Sekjen NasDem Johnny G Plate merespons wacana reshuffle kabinet Presiden Jokowi usai partainya mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres. Johnny mengatakan reshuffle kabinet wajar jika ingin dilakukan Jokowi.
ADVERTISEMENT
Apalagi, Plate menuturkan ada menteri Jokowi yang berpotensi sebagai capres 2024. Sehingga, tak menutup kemungkinan Jokowi akan melakukan reshuffle jelang pendaftaran capres 2024.
"Sekarang kalau kita baca situasi kan ada menteri yang juga berpotensi capres. Nanti kepada menteri yang bersangkutan mau fokus yang mana? Mau menteri atau jadi capres?," kata Johnny, Selasa (18/10).
Johnny tak menyebut menteri dimaksud, namun menteri yang sudah dideklarasikan menjadi capres adalah Prabowo Subianto oleh Partai Gerindra.
"Apabila yang bersangkutan fokus pada capres, maka akan meletakkan jabatannya sebagai menteri. Di situasi itu reshuffle kabinet namanya. So what? Itu kan normal," lanjutnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dia pun heran mengapa reshuffle menjadi sesuatu hal yang dikhawatirkan padahal hal itu pasti terjadi.
Suasana deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden RI dari NasDem di DPP Partai NasDem di Jakarta pada Senin (3/10/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden RI dari NasDem di DPP Partai NasDem di Jakarta pada Senin (3/10/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Namun apabila pertahankan menteri dan tetap capres, Pak Presiden yang akan ukur efektivitasnya. Apabila itu ditolerir dan efektif, why not? Itu kewenangan presiden. Why should worry? Kenapa kita provoke masyarakat. Itu hal yang sudah semestinya berlangsung dan berjalan," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Plate yakin Jokowi memiliki strategi tersendiri dalam melakukan reshuffle kabinet. Ia menuturkan, ada kemungkinan Jokowi juga akan mempertimbangkan menteri yang berpotensi sebagai capres untuk direshuffle.
"Presiden mempunyai strategi sendiri itu kewenangan presiden. Yang saya sampaikan tadi adalah bukan dari sisi presiden, dari sisi calonnya. Ya sekali lagi tolong cermat ya, dari sisi calon karena ada calon presiden yang dari menteri, maka calonnya yang mempertimbangkan, apakah mau fokus ke dua-duanya sebagai menteri dan sebagai calon presiden, ataukah fokus pada calon presiden," kata dia.
"Apabila fokus pada calon presiden dan menanggalkan tugasnya sebagai menteri maka tugas itu harus diganti dan diisi itulah reshuffle kabinet, pergantian para menteri kan," tutupnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020