kumparan
17 Oktober 2018 11:49

Menkumham Sebut Ada Napi di Sulteng yang Kabur ke Solo Usai Gempa

Ditjen PAS Sri Puguh Budi Utami, Internasional Seminar on Treatment of Elderly Prisoners
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di acara Seminar Internasional ‘on Treatment of Elderly Prisoners’ di Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (17/10/2018). (Foto: Ferry Fadlurrahman/kumparan)
Kemenkumham masih terus mencari ribuan napi di Sulteng yang kabur saat gempa dan tsunami. Menurut Menkumham Yasonna H Laoly, ada napi yang kabur hingga Solo, Jawa Tengah, namun napi itu sudah melaporkan diri.
ADVERTISEMENT
“Jadi sebagian besar napi sudah kembali kemarin hampir seribu, sekarang sudah di bawah seribu (napi yang kabur), bahkan ada di Solo dan lapor di tempat lain,” ujar Yasonna di sela-sela acara seminar internasional ‘On Treatment of Elderly Prisoners’ di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (17/10).
Meski demikian, Yasonna memaklumi kaburnya para napi demi menyelamatkan diri dan mengunjungi keluarganya yang juga menjadi korban bencana. Yasonna mengaku akan berkoordinasi dengan kepolisian dalam menangkap napi yang masih kabur usai masa tanggap darurat selesai 26 Oktober.
“Jadi sudah ini kan ada perpanjangan tanggap darurat jadi biarkanlah ini. Kita bisa bayangkan ada keluarganya yang meninggal, jadi nanti kalau sudah selesai kita harap baik-baik nanti kita minta bantuan polisi,” lanjutnya.
Sesdit Jenpas Tinjau Kondisi Lapas Dan Rutan di Palu
Pasca Gempa, Sesdit Jenpas Tinjau Kondisi Lapas Dan Rutan di Palu. (Foto: Dok. Ditjenpas Kemenkumham)
Untuk saat ini, Kemenkumham masih akan memanggil dan melakukan pendekatan lunak kepada para napi dan berharap para napi dengan sukarela melapor. Bila tidak, barulah napi yang tidak melapor atau kembali akan masuk ke daftar pencarian orang (DPO).
ADVERTISEMENT
“Pokoknya sudah banyak (napi) masuk (kembali ke rutan/ lapas) banyak. Tapi kita lihat pasti kita kordinasi dengan polda setempat atau Polri kalau sudah di luar Sulteng,” pungkas Yasonna.
Berdasarkan data Ditjen Permasyarakatan (PAS), per 16 Oktober 2018, ada 818 napi yang belum kembali ke tahanannya masing-masing. Rinciannya adalah Lapas Palu 275 orang, Lapas Perempuan Palu 50 orang, Lapas Anak Palu 5 orang, Rutan Palu 248 orang, dan Rutan Donggala 240 orang.
Dari rincian napi yang masih belum kembali sudah beberapa orang yang melapor ke pihak berwenang, yakni napi anak 5 orang dan napi perempuan 18 orang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan