Menlu AS Sebut Latihan Militer China di Taiwan sebagai Eskalasi Signifikan

5 Agustus 2022 16:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan sambutan selama Dialog Tingkat Menteri 2+2 AS-India keempat di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, Senin (11/4/2022). Foto: Michael A. McCoy/Pool via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan sambutan selama Dialog Tingkat Menteri 2+2 AS-India keempat di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, Senin (11/4/2022). Foto: Michael A. McCoy/Pool via Reuters
ADVERTISEMENT
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengutuk latihan militer China yang digelar mengelilingi Taiwan lantaran merupakan eskalasi militer pada Jumat (5/8).
ADVERTISEMENT
Tindakan China merupakan tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan. Tetapi, Blinken menuduh, China hanya menggunakannya sebagai alasan untuk aktivitas militer yang agresif.
"Tindakan provokatif ini merupakan eskalasi yang signifikan," jelas Blinken, dikutip dari AFP, Jumat (5/8/2022).
Menurut Blinken, China mengambil respons yang tidak proporsional. Menyerukan ketenangan, Washington lantas menghubungi para pejabat China dalam beberapa hari terakhir.
Blinken menambahkan, AS tidak akan terprovokasi oleh China. AS tidak berniat mengubah pendekatannya terhadap Taiwan. Artinya, negara itu tetap memegang prinsip 'Satu China'.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (13/1).  Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (13/1). Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri
Blinken menuding, China justru tengah berupaya mengubah status quo di Taiwan. Sebab, dia sebenarnya telah memberitahukan rencana perjalanan Pelosi kepada Menlu China, Wang Yi.
"Kami mengantisipasi bahwa China mungkin mengambil langkah-langkah seperti ini—bahkan kami memprediksi skenario persis," ujar Blinken.
ADVERTISEMENT
"Faktanya, kunjungan [Pelosi] berlangsung damai. Tidak ada pembenaran atas respons militer yang ekstrem, tidak proporsional, dan eskalasi ini," lanjut dia.
Dalam unjuk kekuatan, China menembakkan rudal balistik dan menerbangkan jet tempur di sekitar Taiwan pada Kamis (4/8/2022).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
China mengadakan rangkaian latihan militer di enam wilayah perairan dan udara Taiwan. Aktivitas itu melintasi sisi utara, timur laut, barat laut, timur, selatan, dan barat daya. Sebagian lokasi terletak hanya 20 kilometer dari pantai pulau tersebut.
Angkatan Darat di bawah Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melakukan latihan tembakan langsung jarak jauh ke Selat Taiwan, dari lokasi yang dirahasiakan dalam selebaran ini yang dirilis pada 4 Agustus 2022. Foto: Komando Teater Timur/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Angkatan Darat di bawah Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melakukan latihan tembakan langsung jarak jauh ke Selat Taiwan, dari lokasi yang dirahasiakan dalam selebaran ini yang dirilis pada 4 Agustus 2022. Foto: Komando Teater Timur/Handout via REUTERS
Manuver berlangsung di sepanjang rute pelayaran tersibuk di dunia pula. Akibatnya, latihan itu mengganggu 18 rute internasional yang melewati wilayah informasi penerbangan (FIR).
Jalur tersebut digunakan untuk memasok semikonduktor dan peralatan elektronik yang diproduksi untuk pasar global.
ADVERTISEMENT
"China telah memilih untuk bereaksi berlebihan dan menggunakan kunjungan [Pelosi] sebagai dalih untuk meningkatkan aktivitas militer yang provokatif di dalam dan sekitar Selat Taiwan," kata Juru Bicara Keamanan Nasional AS, John Kirby.
"Situasi cukup panas, tetapi ketegangan dapat turun dengan sangat mudah hanya dengan meminta China menghentikan latihan militer yang sangat agresif ini," tambahnya.
Menepis reaksi AS, China membela latihan militernya sebagai respons yang diperlukan. Pihaknya kemudian menyalahkan AS dan sekutunya atas eskalasi yang meningkat atas isu Taiwan.
"Dalam menghadapi provokasi terang-terangan ini, kami harus mengambil tindakan yang sah dan perlu untuk menjaga kedaulatan negara dan integritas wilayah," tegas juru Juru Bicara Kemlu China, Hua Chunying.
Analis militer meyakini, China tengah berlatih melakukan blokade terhadap Taiwan. Pemerintah juga berupaya memproyeksikan kekuatan menjelang pertemuan penting partai berkuasa.
ADVERTISEMENT
Presiden China, Xi Jinping, diprediksi akan mengamankan masa jabatan ketiganya dalam kesempatan itu. Sehingga, China tidak akan meningkatkan ketegangan hingga di luar kendali.
"Hal terakhir yang diinginkan Xi adalah perang yang tidak disengaja, terang seorang profesor ilmu politik di Universitas Sun Yat-Sen, Titus Chen.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020