Menlu Retno: Indonesia Siap Jadi Hub Vaksin mRNA Asia Pasifik

29 September 2021 10:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menlu Retno: Indonesia Siap Jadi Hub Vaksin mRNA Asia Pasifik  (406308)
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi di 20th Anniversary Durban Declaration. Foto: YouTube/MoFA Indonesia
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tingginya kebutuhan vaksin COVID-19 dunia. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan Gavi Board dengan para co-chairs COVAX Advance Market Commitment (AMC).
ADVERTISEMENT
Untuk memenuhi kebutuhan setidaknya 70% penduduk dunia, dibutuhkan sebanyak 11 miliar dosis vaksin pada pertengahan 2022. Saat ini baru Afrika Selatan yang telah dijadikan sebagai pusat produksi vaksin mRNA. Akan tetapi, Retno menilai percepatan produksi harus segera dilaksanakan.
"Pada saat kita bicara mengenai rantai pasokan vaksin, saya sebutkan bahwa pembentukan pusat manufaktur vaksin mRNA yang sudah dilakukan di Afrika Selatan harusnya direplikasi di wilayah lain untuk mempercepat peningkatan produksi vaksin," kata Retno dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (29/9).
Oleh karena itu, Retno menyatakan bahwa Indonesia siap menjadi pusat produksi vaksin berplatform m-RNA.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Dan saya sampaikan untuk kawasan Asia Pasifik Indonesia siap untuk menjadi hub," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu dari co-chairs COVAX AMC EG, Retno juga mengusulkan hal lain terkait pemenuhan kebutuhan vaksin, yaitu dengan melalui mekanisme dose-sharing atau berbagai dosis vaksin.
Mekanisme ini ditujukan bagi negara-negara yang memiliki dosis vaksin berlimpah untuk bisa diberikan kepada negara lainnya yang masih membutuhkan.
"Dan untuk dose-sharing, saya sekali lagi menekankan negara-negara dengan kelebihan pasokan dosis harus berbagi dosisnya dengan lebih transparan, menyampaikan waktu pengiriman, dan menghindari berbagi dosis vaksin yang sudah akan habis masa berlakunya," pungkas Retno.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah menyampaikan hal serupa pada Kamis (23/9) lalu. Keterangan tersebut diberikan usai mendampingi Presiden Jokowi dalam Global COVID-19 Summit secara virtual yang diinisiasi oleh Presiden AS Joe Biden.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020