Menlu Retno: Indonesia Terus Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

27 September 2022 1:49
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menlu Retno Marsudi menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (26/9). Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (26/9). Foto: Kemlu RI
ADVERTISEMENT
Menlu Retno Marsudi memastikan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Retno mengatakan, Indonesia akan terus memperjuangkan agar Palestina bisa menjadi negara merdeka.
ADVERTISEMENT
"Sampai Palestina menjadi negara merdeka, Indonesia akan terus bersama saudara-saudara Palestina," kata Retno saat menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat.
Retno juga berbicara kondisi di Afghanistan yang saat ini kembali dikuasai oleh Taliban. Retno mengatakan, Indonesia juga akan memperjuangkan hak dan akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan.
"Untuk Afghanistan Indonesia berkomitmen membantu memperjuangkan hak dan akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan," ucap Retno.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menlu Retno Marsudi menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (26/9). Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (26/9). Foto: Kemlu RI
Selain itu, Retno berbicara terkait masalah di ruang lingkup ASEAN. Menurutnya, ASEAN harus menyikapi dengan serius situasi di Myanmar.
"Indonesia sangat prihatin dengan kurangnya komitmen militer Myanmar dalam menerapkan Five-Point Consensus. ASEAN harus terus maju dan tidak tersandera oleh situasi di Myanmar," kata Retno.
ADVERTISEMENT
"Dukungan dari komunitas internasional, khususnya negara-negara tetangga Myanmar, sangat penting untuk mengembalikan demokrasi di Myanmar," lanjut Retno.
Lebih lanjut, Retno menegaskan bahwa paradigma kolaborasi harus menjadi spirit PBB. Pendekatan yang inklusif harus dikedepankan di mana suara seluruh negara diperlakukan secara setara.
“Suara setiap negara, besar maupun kecil, harus didengarkan di forum PBB. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi PBB dan pembaharuan multilateralisme agar sesuai dengan tuntutan zaman," kata Retno.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020