News
·
16 Oktober 2018 13:56

Menlu RI Pertanyakan Niat Australia Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menlu RI Pertanyakan Niat Australia Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem (35485)
searchPerbesar
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (16/10/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bereaksi atas langkah Australia mempertimbangkan memindahkan Kedutaan Besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
ADVERTISEMENT
Retno yang baru saja menerima Menlu Palestina Riyad Al-Maliki di kantornya menyatakan, Indonesia telah memantau langkah yang baru saja disampaikan PM Scott Morrison terkait rencana pemindahan Kedutaan.
"Kami menyampaikan concern kami dan mempertanyakan maksud pengumuman (Australia) itu," sebut Retno di Gedung Pancasila, Selasa (16/10).
Menlu RI Pertanyakan Niat Australia Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem (35486)
searchPerbesar
Menteri Keuangan Australia Scott Morrison terpilih jadi PM baru Australia. (Foto: AFP/Mark Graham)
Menurut Retno, langkah Australia tersebut berpotensi merusak solusi dua negara bagi penyelesaian konflik Israel-Palestina di Yerusalem.
"Solusi dua negara adalah prinsip dasar yang harus dipegang untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Palestina dan Israel," jelasnya.
"Oleh karenanya Indonesia meminta Australia dan negara-negara lain untuk terus mendukung proses perdamaian Israel-Palestina sesuai prinsip yang sudah disepakati," ucap dia.
Sebelumnya, PM Morrison di depan para pewarta di Canberra mengatakan pemerintahnya akan mempertimbangkan pemindahan Kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem karena menurutnya solusi perdamaian untuk Palestina dan Israel tak berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
Solusi dua negara adalah opsi penyelesaian konflik dengan pendirian Palestina sebagai negara berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.
Jika dilakukan, Australia akan mengekor AS yang telah lebih dulu memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kebijakan tersebut otomatis memperkuat sikap AS yang menegaskan Yerusalem adalah ibu kota Israel.
Desember tahun lalu, Indonesia menjadi satu dari 128 negara PBB yang mendukung resolusi menentang keputusan Trump terkait Yerusalem. Hanya sembilan negara yang menolak resolusi itu, 35 negara abstain.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020