kumparan
15 Oktober 2019 16:17

Merapi Kembali Tenang Usai Semburkan Awan Panas 3 Km

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3.000 meter. Foto: dok. Istimewa
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas letusan dengan tinggi kolom mencapai kurang lebih 3 km pada Senin (14/10). Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), kondisi Gunung Merapi telah kembali tenang.
ADVERTISEMENT
"Kejadian erupsi itu kejadian tunggal. Setelah itu, aktivitas Merapi kembali tenang. Kegempaan juga relatif rendah saat ini. Kalau kemarin saat terjadi letusan itu, gempa multiphase. Itu yang menandakan ada aktivitas tekanan di dalam, hanya 6 kali terjadinya. Itu cukup rendah," kata Kasi Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso saat ditemui di kantornya, Selasa (15/10).
Terlepas dari awan panas letusan kemarin, Agus menjelaskan bulan September ini, guguran yang menunjukkan aktivitas erupsi di permukaan jauh lebih rendah dengan rata-rata lima kali guguran per hari. Padahal sebelum September guguran bisa puluhan kali per hari.
"Dari aktivitas erupsi sendiri bisa lebih tenang dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kejadian kemarin itu kejadian yang tiba-tiba akibat dari akumulasi gas vulkanik yang terus diproduksi oleh magma yang memang kita perkirakan masih men-supply ke atas terus," kata dia.
Kasi Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso saat ditemui di kantornya, Selasa (15/10). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Meski begitu, awan panas letusan kemarin diperkirakan menyebabkan perubahan morfologi di sekitar puncak, terutama di kubah lava. Akan tetapi sampai saat ini pihaknya belum melakukan observasi.
ADVERTISEMENT
Perubahan morfologi kemungkinan hanya ada di kubah lava, tidak sampai tebing puncak. "Mudah-mudahan waktu dekat kita akan mengobservasi menggunakan drone," kata Agus.
"Saat ini belum terkonfirmasi adalah kondisi kawahnya. Kamera kita yang selama ini kita sampaikan ke masyarakat, di puncak, itu terkena lontaran sehingga pas letusan langsung mati," ujar dia.
Agus menjelaskan imbauan kepada masyarakat tetap sama. Rekomendasi BPPTKG radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi untuk dikosongkan dari aktivitas penduduk.
"Kejadian kemarin tidak mengubah ancaman bahaya bagi penduduk. Ancaman bahaya diperhitungkan dari volume kubah saat ini. Volume kubah saat ini sebesar 468.000 meter kubik. Itu kalau runtuh menjadi awan panas tidak sampai 3 km. Jadi, itu yang mungkin perlu dipahami masyarakat, ancaman bahaya tetap berasal dari kubah lava. Dengan kejadian kemarin tidak mengubah ancaman bahaya," jelas Agus.
Asap solfatara keluar dari kubah lava gunung Merapi terlihat dari Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan