kumparan
13 Januari 2019 15:11

Militer Israel Hancurkan Terowongan yang Dibuat Hizbullah di Lebanon

Lubang gali perbatasan Lebanon sampai Israel
Peralatan pengeboran Israel terlihat di sebelah perbatasan dengan Lebanon, dekat desa Lebanon Kfar Kila. (Foto: REUTERS/ Ronen Zvulun)
Terowongan yang dibangun oleh Hizbullah untuk memasukkan milis ke Israel dari Lebanon sudah dihancurkan. Penghancuran dilakukan oleh militer Israel yang telah dikoordinasikan oleh pasukan penjaga perdamaian dari Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
Dilansir AFP, Minggu (13/1), melalui terowongan-terowongan ini, sebenarnya Hizbullah disebut akan mengirimkan para milisi dari Lebanon ke Israel. Hizbullah dan Israel diketahui terakhir berperang pada tahun 2006.
Militer Israel lalu mengatakan pada hari Sabtu (12/1) telah ditemukan lima terowongan yang ada di kedalaman 55 meter. Yang jaraknya beberapa puluh meter lagi dari Israel.
Lubang gali perbatasan Lebanon sampai Israel
Sejumlah tentara Israel mengangkat tutup lubang gali perbatasan dari Lebanon sampai Israel di sisi perbatasan Israel dekat kota Menula. (Foto: REUTERS/ Ronen Zvulun)
Terowongan tersebut memiliki panjang 800 meter dari titik awal di Lebanon. Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, menjelaskan semua terowongan telah dan akan dihancurkan.
"Semua terowongan telah ditemukan dan telah dan akan dihancurkan," kata Jonathan Conricus kepada wartawan.
"Menurut penilaian kami tak ada lagi terowongan yang bisa digunakan untuk memasuki dan menyeberangi Israel," lanjut dia.
Bendera Israel
Ilustrasi bendera Israel (Foto: Pixabay)
Belum ada komentar dari Hizbullah terkait laporan Israel tersebut. Tentara Lebanon juga tidak merespons, hanya mengatakan situasi sangat tenang di perbatasan mereka yang dijaga pasukan keamanan PBB.
ADVERTISEMENT
Mengutip intelijen Israel, terowongan itu disiapkan secara rahasia selama beberapa tahun. Hizbullah merencanakan akan mengirim 1.500 pejuang sebagai kejutan untuk Israel melalui terowongan tersebut di masa depan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan