Misteri Dugaan Pelecehan Seksual Brigadir Yosua ke Putri di Magelang

2 September 2022 10:53
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Putri Candrawathi saat rekonstruksi di rumah dinasnya, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Putri Candrawathi saat rekonstruksi di rumah dinasnya, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat masih bergulir. Kali ini publik tengah menyoroti dugaan pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi, yang disebut menjadi penyebab utama Ferdy Sambo dan anak buahnya menghabisi nyawa Yosua.
ADVERTISEMENT
Hingga kini, masih menjadi misteri tentang apa yang sebenarnya terjadi di Magelang. Belum jelas apakah benar telah terjadi pelecehan seksual di sana, dan apa yang melatarbelakangi perbuatan tersebut, sampai detik ini belum terungkap.
Mulanya dugaan pelecehan seksual ini disebut terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hal ini pertama kali disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.
"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J [Brigadir Yosua] memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ungkap Ramadhan kepada wartawan, 11 Juli 2022 lalu.
Saat itu disebutkan, pelecehan itu membuat Putri Candrawathi berteriak sehingga terdengar oleh Bharada E alias Richard Eliezer. Karena ketahuan, Yosua kemudian melepaskan tembakan sehingga terjadi tembak menembak antara Yosua dan Richard.
ADVERTISEMENT
Dari narasi inilah, akhirnya Sambo membuat 2 laporan polisi ke Polres Jakarta Selatan. Salah satunya adalah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Yosua terhadap sang istri.
Namun laporan ini akhirnya dicabut karena Polri tidak menemukan bukti adanya pelecehan seksual di Duren Tiga. Dan pelecehan di Duren Tiga adalah rekayasa alias bohong.

Pelecehan Terjadi di Magelang?

Sarifuddin Sudding Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sarifuddin Sudding Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Cerita mengenai dugaan pelecehan Putri oleh Yosua kembali bergulir. Kali ini di rumah Magelang, yang pertama kali dibuka secara umum ke publik oleh anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Timsus kasus pembunuhan Yosua.
Berikut urutan peristiwa yang diungkap Suding di Rapat DPR, 24 Agustus lalu;
ADVERTISEMENT
2 Juli 2022
Putri, Yosua, Ricky, Richard, Kuat, dan seorang ART bernama Susi, berangkat ke Magelang. Mereka ingin melihat anak Sambo dan Putri yang sekolah di sana.
Gambarannya, rumah kecil berlantai 2. Segala aktivitas di rumah itu bisa dilihat.
4 Juli 2022
Di siang hari, Yosua melihat Putri tidur di sofa ruang tamu. Lalu Yosua terlihat akan membopong Putri masuk dalam kamar.
Kuat melihat kejadian ini dan langsung membentak Yosua. Ia meminta Yosua tak menyentuh Putri.
"Tanggal 4 Juli ada kejadian di mana Brigadir Yosua pada siang hari si Putri tidur di sofa, di ruang tamu, lalu kemudian datang Brigadir J ingin membopong, angkat Putri masuk dalam kamar. Lihat kejadian itu si Kuat membentak si Brigadir J tidak melakukan itu dan tidak menyentuh Ibu dan mengurungkan niatnya," kata Sudding.
ADVERTISEMENT
6 Juli 2022
Pada tanggal 6 Juli, Ferdy Sambo menyusul karena ingin merayakan hari pernikahannya pada malam hari. Sehingga rombongannya bergabung dengan Putri di Magelang.
7 Juli 2022
Kuat melihat Brigadir J berusaha mengendap-endap masuk ke kamar Putri di lantai 2 rumah Magelang. Ia pun menegur, Yosua kemudian lari.
"Kejadian pemicu selanjutnya terjadi. Yakni Kuat melihat Brigadir J berusaha mengendap-endap masuk ke kamar Putri di rumah Magelang," tutur Sudding.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Putri menangis. Susi menanyakan ke Kuat apa yang sebenarnya terjadi. Kuat pun menyarankan Putri melapor peristiwa ini ke Sambo.
Pukul 23.00 WIB, Putri akhirnya melapor ke Sambo lewat telepon. Saat itu Putri menangis dan menurut Sudding pakaiannya acak-acakan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Berkaitan dengan hal tersebut, Sudding meminta Kapolri memastikan kebenaran apakah dua kejadian tersebut memang hubungan sebab-akibat. Ia mewanti-wanti, jangan sampai skenario di Magelang itu terus beredar di internet, namun ternyata hoaks.
ADVERTISEMENT
"Pada titik ini saya ingin konfirmasi benar atau tidak kronologi ini. Supaya luar enggak simpang siur. Ini ada hubungan sebab dan akibat, dan dalam hukum pidana kita kenal itu. Bisa, Pak [dijelaskan]?" tanyanya kepada Kapolri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bersiap untuk rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat bersiap untuk rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri langsung menjawab singkat pertanyaan Sudding. Kata Sigit, keterangan Sudding mayoritas benar.
"Dari yang disampaikan ada banyak hal yang memang sesuai. Terkait motif ini kami sementara sudah mendapat keterangan dari FS. Namun kami juga ingin memastikan sekali lagi untuk memeriksa Ibu PC, sehingga apa yang kami dapat apalagi posisinya sebagai tersangka apakah berubah atau tidak, sehingga kami dapat kebulatan terkait ini," kata Kapolri.

Saat Rekonstruksi

Rekonstruksi di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan (30/8/2022). Foto: Youtube/Polri TV
zoom-in-whitePerbesar
Rekonstruksi di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan (30/8/2022). Foto: Youtube/Polri TV
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengungkap ada adegan yang tidak ditampilkan saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Magelang.
ADVERTISEMENT
Adegan itu harusnya menampilkan Yosua hendak membopong Putri Candrawathi. Namun dari rekonstruksi yang ditampilkan, video rekonstruksi terhenti saat Yosua menghampiri Putri.
Anam juga menyebut, dugaan pelecehan itu juga seharusnya terjadi tanggal 4 Juli, bukan 7 Juli seperti yang disampaikan sebelumnya.
“(Mau membopong) iya, itu di Magelang. Yang digendong itu di rekaman yang di rekonstruksi itu (kejadiannya) tanggal 4 bukan tanggal 7,” kata Anam kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Kamis (1/9).
Anam menegaskan, kejadian itu terjadi dua hari sebelum dugaan kekerasan seksual terjadi di tanggal 7 Juli 2022. Namun Anam tidak merinci apa keterkaitan adegan tersebut dengan dugaan kekerasan seksual, dan mengapa adegan tersebut tidak ditampilkan.
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dan Beka Ulung Hapsara meninjau tempat kejadian perkara di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta, Senin (15/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dan Beka Ulung Hapsara meninjau tempat kejadian perkara di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta, Senin (15/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Yang dibopong itu adalah reka adegan yang terjadi di tanggal 4 (Juli) bukan 7. Tetapi itu memiliki satu rangkaian peristiwa yang juga penting gitu ya. Soal terkait tanggal 7 itu ke Komnas Perempuan saja,” tutur Anam yang pernah bertemu Sambo dan menerima curhatan pribadi.
ADVERTISEMENT

Komnas Perempuan Yakin Pelecehan Terjadi di Magelang

ADVERTISEMENT
Hal yang sama juga disampaikan oleh Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, dalam jumpa pers di Komnas HAM, 1 September lalu. Namun di sini, ia menyebut dugaan pelecehan itu terjadi pada tanggal 7 Juli.
"Dari proses tim gabungan Komnas Perempuan dan Komnas HAM, kami meminta keterangan dari ibu PC kemudian dari E, itu ada dugaan atau bisa menjadi petunjuk awal untuk penyelidikan kekerasan seksual di Magelang pada tanggal 7 Juli," beber Siti Aminah.
Lalu Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, menjelaskan sejumlah faktor yang membuat Putri enggan melaporkan terjadinya dugaan pelecehan itu di Magelang. Di antaranya, karena merasa malu.
Konferensi Pers Komnas HAM Terkait Hasil Penyelidikan Pembunuhan Brigadir Yosua, di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9/2022). Foto: Fadhlan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Komnas HAM Terkait Hasil Penyelidikan Pembunuhan Brigadir Yosua, di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (1/9/2022). Foto: Fadhlan/kumparan
"Kami perlu menegaskan bahwa keengganan pelapor untuk melaporkan kasusnya sedari awal itu karena merasa malu dan ini pernyataannya ya, merasa malu. Menyalahkan diri sendiri, takut pada ancaman pelaku dan dampak yang mempengaruhi seluruh kehidupannya," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu berdasarkan hasil kesimpulan penyelidikan Komnas HAM, patut diduga kuat memang terjadi peristiwa pelecehan seksual di Magelang.
"Terdapat dugaan kuat peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada saudari PC di Magelang tanggal 7 Juli 2022," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, saat membacakan hasil kesimpulan dan rekomendasi Komnas HAM.
Menyikapi hasil temuan Komnas HAM dan Komnas Perempuan tersebut, Polri menyatakan bakal melakukan pendalaman.
Kabareskrim Komjen Agus. Foto: Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kabareskrim Komjen Agus. Foto: Polri
"Rekomendasi Komnas HAM dan Komnas PA akan ditindaklanjuti sebagaimana arahan Pak Irwasum selaku Ketua Timsus," ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto kepada wartawan, Kamis (1/9).
Agus menuturkan, pendalaman tersebut bakal dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada.
"Apa pun hasil pendalaman akan didasari fakta dan alat bukti yang ada," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·