Kumparan Logo
Ilustrasi grafis kasus Mutilasi 13 di Setiabudi Tahun 1981
Ilustrasi 2 Satpam menemukan 2 kardus tergeletak di trotoar.

Misteri Mutilasi Setiabudi 13

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

23 November 1981, pagi hari.

Dua kardus tergeletak di atas trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan. Keduanya dikerubungi lalat dan berbau busuk, membuat dua orang satpam PT Garuda Mataram Motor yang melintas bekernyit curiga.

Bukan kardus sembako, bukan pula sampah, tapi mayat. Ilustrasi: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bukan kardus sembako, bukan pula sampah, tapi mayat. Ilustrasi: kumparan

Kardus dibuka, dan kecurigaan satpam itu menjadi kenyataan.

Di dalam kardus, terdapat potongan tulang dan tubuh manusia yang sudah dimutilasi menjadi 181 bagian.

Bukan tulang ayam, bukan kambing, tapi manusia. Ilustrasi: kumparan

Kasus mutilasi itu membuat geger masyarakat ibu kota. Tak ada seorang pun yang mengaku mengenali jenazah.

Simak video berikut untuk mengetahui penyelidikan polisi.

video youtube embed

Ya, sayangnya penyelidikan polisi buntu. Kasus tak kunjung terpecahkan hingga kini—39 tahun berselang.

Kasus tersebut kemudian disebut-sebut sebagai pionir kasus-kasus mutilasi di Indonesia. Ia diyakini menginspirasi para penjahat sadis untuk melakukan hal serupa.

Kejahatan ada di mana-mana. Sudah waspada pun masih bisa kena. Ilustrasi: kumparan