kumparan
7 November 2019 12:53

Moeldoko: 3 Kepala Staf Angkatan Berpeluang Jabat Wakil Panglima TNI

Moeldoko, Istana Negara, POTRAIT
Moeldoko melambaikan tangan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Sosok yang akan mengisi kursi Wakil Panglima TNI terus jadi perbincangan setelah Presiden Jokowi meneken Perpres 66/2019. Sejauh ini, ketiga kepala staf angkatan merupakan yang paling berpeluang mengisi jabatan yang hidup kembali setelah 20 tahun.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir para kepala staf punya peluang untuk itu," kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/11).
"Iya sangat (mungkin di antara 3 kepala staf)," tambah Moeldoko.
Calon Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A, Instagram/@ tni_angkatan_laut dan Reki Febrian/kumparan
Saat ini, ada 3 kepala staf angkatan yang berpeluang menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Mereka, yakni KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAU Marsekal Yuyu Sutisna, dan KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji.
Moeldoko menilai, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bisa saja menunjuk langsung sosok yang akan menjadi Wakil Panglima TNI. Sebab, posisinya berada tepat di bawahnya.
"Begitu Keppres-nya ada, ya Panglima langsung bisa action. Kan di bawah kendali Panglima, langsung diangkat Panglima," tutur dia.
"Yang menentukan bisa Panglima, bisa Presiden, atau atas saran Panglima, penunjukan," imbuh mantan Panglima TNI ini.
Moeldoko
Moeldoko. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Moeldoko menjamin, munculnya jabatan Wakil Panglima TNI bukan karena untuk mengakomodir pihak tertentu. Hal ini bahkan sudah dikaji dan diajukan sejak dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI.
ADVERTISEMENT
"Enggaklah. Apa yang terjadi sekarang sudah melewati kajian waktu zaman saya Panglima, bukan kebutuhan praktik," ucap dia.
Saat ditanya soal sosok Andika Perkasa yang paling berpeluang, Moeldoko enggan menjawab lebih jauh.
"Takon (tanya) Panglima, kok takon aku," tutup dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan