Kumparan Logo
Lipsus, Dalang 22 Mei,Anggota kepolisian
Anggota kepolisian menembakkan petasan mata ke arah massa di depan Kantor Bawaslu, Rabu, (22/5).

Moeldoko: Ada Indikasi Purnawirawan dan Desertir Terlibat Kerusuhan

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menembakkan petasan mata ke arah massa liar di depan gedung Bawaslu. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menembakkan petasan mata ke arah massa liar di depan gedung Bawaslu. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Sudah kena asap dan gas air mata, malah joget-joget. Wah, kurang ajar itu perusuh,” ujar Moeldoko. Sebagai eks Panglima TNI, ia tahu ada komando di balik massa pengacau 22 Mei—yang bisa berasal dari purnawirawan dan desertir.

Moeldoko tampak dongkol kepada massa perusuh. Pun begitu, ucapannya tetap tertata meski kadang ia mengambil jeda dalam berkata-kata. Ia memilih hati-hati. Di tengah panas situasi pasca-kerusuhan 22 Mei 2019, Moeldoko tak mau salah bicara.

Konten Eksklusif
Gunakan aplikasi kumparan untuk lanjut membaca konten ini.
Buka Aplikasi