kumparan
4 Oktober 2019 15:18

Moeldoko Pastikan Istana Terima Masukan soal Perppu KPK

KSP Moeldoko
KSP Moeldoko. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Perppu KPK saat bertemu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Kamis (3/10). Menanggapi hal itu, Moeldoko memastikan pihak Istana akan menampung segala tuntutan yang diberikan.
ADVERTISEMENT
"Kita ingin menyampaikan pesan, bahwa Istana tidak menutup diri. Jadi kita itu dalam mengelola negara betul-betul mau mendengarkan. Oleh karena itu, teman-teman mahasiswa ingin diskusi, ya kita tampung," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (4/10).
Moeldoko berharap masyarakat bisa menyikapi dengan baik segala keputusan yang diambil, termasuk jika keputusan tersebut tidak sesuai bagi sebagian pihak. Sebab, menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya memikirkan kepentingan segelintir orang saja, tetapi seluruhnya.
"Karena keputusan itu seperti simalakama. Enggak dimakan bawa mati, dimakan ikut mati. Kan begitu, cirinya memang begitu. Jadi memang tidak ada keputusan yang bisa memuaskan semua pihak," jelasnya.
Namun, ia menilai Jokowi tetap akan mempertimbangkan masukan dari pihak-pihak yang menentang adanya Perppu KPK. Khususnya dari kalangan partai politik.
ADVERTISEMENT
"Presiden itu banyak yang harus didengarkan, ada partai politik, ada masyarakat yang lain, ada mahasiswa, ada berbagai elemen masyarakat. Maka sekali lagi bahwa Presiden mendengarkan, mendengarkan dengan jernih, mendengarkan dengan cermat, agar nanti langkah-langkah ke yang terbaik," ujarnya.
Dalam pertemuan kelompok mahasiswa tersebut, pemerintah diberi waktu hingga tanggal 14 Oktober untuk mengeluarkan Perppu KPK. Jika tidak, para mahasiswa mengancam untuk berdemo kembali.
Berdasarkan informasi yang diperoleh para mahasiswa itu berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Paramadina, Universitas Tarumanegara hingga Universitas Bakrie.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan