kumparan
4 Oktober 2019 15:45

Moeldoko Sebut Buzzer Mitra Penguasa yang Sebar Hoaks Rugikan Jokowi

Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko di pembukaan IEMS 2019 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui bahwa langkah-langkah yang dilakukan para buzzer di media sosial dalam membela pemerintahan Jokowi, atau kerap disebut buzzer mitra penguasa, dengan menyebar hoaks cukup merugikan.
ADVERTISEMENT
Hal itu karena para buzzer menunjukkan sikap emosi mereka yang terkesan menyerang pihak-pihak yang dianggap tak sejalan dengan mereka ataupun dengan pemerintahan saat ini.
"Ya, kita melihat dari emosi yang terbangun, emosi yang terbangun dari kondisi yang tercipta itu merugikan, jadi, ya, yang perlu dibangun emosi positiflah, " kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/10).
Baginya, sikap para buzzer itu tak diperlukan lagi. Dia menegaskan bahwa saat ini pemerintah hanya membutuhkan dukungan politik yang bersifat membangun tanpa harus menyudutkan pihak-pihak lain.
"Sekali lagi bahwa dalam situasi ini bahwa relatif sudah enggak perlu lagi buzzer-buzzeran. Tapi yang diperlukan adalah dukungan dukungan politik yang lebih membangun, bukan dukungan politik yang bersifat destruktif," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tentunya, dalam menjalankan pemerintahan ke depan, yang perlu ditonjolkan adalah azas persatuan antarsesama, sehingga tak ada lagi perpecahan di kalangan masyarakat.
"Yang kita bangun bagaimana membangun semangat bersama karena di antara parpol itu sudah bersepakat untuk berkolaborasi, maka saya berharap buzzer dari segala penjuru ini juga harus menurunkan egonya, menurunkan apa itu semangat yang berlebihan dan seterusnya," ujar mantan Panglima TNI ini.
"Semangat untuk mendukung idolanya tetap dipertahankan, tapi semangat untuk membangun kebencian harus dihilangkan," tegasnya.
Pernyataan Moeldoko tersebut berkaitan dengan ulah para buzzer belakangan ini dalam menyikapi gelombang unjuk rasa mahasiswa yang menolak UU KPK dan RKUHP.
Saat itu, para buzzer antara lain menyebarkan informasi hoaks yang menyebut bahwa mobil ambulans Pemprov DKI Jakarta dikabarkan mengangkut batu untuk membuat situasi unjuk rasa menjadi ricuh.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan