News
·
14 Juli 2020 18:12

Moeldoko soal Jokowi Marah: Mungkin Semua Jenuh, Butuh Cambukan Baru

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Moeldoko soal Jokowi Marah: Mungkin Semua Jenuh, Butuh Cambukan Baru (520771)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Amarah Presiden Jokowi dalam rapat kabinet 18 Juni lalu memunculkan wacana reshuffle kabinet. Namun, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menilai, pernyataan Jokowi tersebut hanyalah sebuah seni memimpin kabinet ala Jokowi.
ADVERTISEMENT
Nada tinggi yang disampaikan, menurut Moeldoko, hanyalah sebuah cara untuk melecut motivasi dan semangat para menteri Jokowi.
"Di dalam sebuah leadership itu ada seni ya, seni bagaimana itu meng-encourage, memberikan cambukan dan tantangan baru dan energi baru, dan seterusnya," kata Moeldoko di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/7).
Apalagi, dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang memukul sektor kesehatan dan perekonomian Indonesia. Moeldoko menilai, mungkin semua orang, termasuk para menteri Jokowi merasakan kejenuhan. Amarah Jokowi, lanjut dia, merupakan sebuah motivasi agar mereka bekerja lebih keras lagi.
Moeldoko soal Jokowi Marah: Mungkin Semua Jenuh, Butuh Cambukan Baru (520772)
Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
"Itu bagian dari seninya Pak Presiden mengelola situasi dalam keadaan kritis. Mungkin masing-masing sudah pada tingkat kejenuhan tinggi, maka perlu ada challenges baru," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, dia meminta semua pihak tidak mengartikan sikap Jokowi seperti dalam kaitan reshuffle kabinet atau berbagai isu yang berkembang luas.
"Itu seni, jadi jangan mengartikan begitu jauh," kata Moeldoko.
Sebelumnya, tak seperti biasa di sambutannya dalam sidang kabinet paripurna 18 Juni lalu Jokowi cukup emosional. Dia bahkan membuka opsi mengganti anggota kabinetnya karena kinerja mereka dianggap tak maksimal dalam menghadapi pandemi COVID-19.